Wujudkan Kota Ramah Lingkungan, Wali Kota Malang Sutiaji Galakkan Gerakkan Stop Pakai Kantong Plastik

PROKOTA MALANG – Pemkot Malang terus berbenah untuk menjadikan daerahnya sebagai kawasan ramah lingkungan.

Dalam rangka mewujudkan itu, kota Malang bersih dan bebas sampah terus dilakukan oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.

Salah satunya bukti yang paling Agustus minggu akhir DLH telah mendapatkan amanah dari KLHK untuk menjadi tuan rumah Jambore bebas dan bersih sampah Kantong.

Hasilnya 34 propinsi kota dan kabupaten di Indonesia sepakat menjadikan program tahunan yang akan dijadwalkan tiap bulan menjadi andalan untuk jadi program utama dinas LH.

Seiring dengan program bebas sampah tersebut, Pemkot mengkampanyekan pada warga untuk tak memakai tas kresek atau kantong plastik yang tak bisa hancur.

Aksi Stop kantong plastik itu berlangsung Apel jajaran OPD. Pemkot Malang yang langsung dipimpin Walikota Malang Sutiaji.
Dalam sambutannya, Sutiaji menghimbau kepada masyarakat untuk tak memakai kantong plastik yang tak mudah terurai.

Untuk itu, aktifitas berbelanja utamakan ke toko yang sediakan plastik ramah lingkungan, mudah terurai. “Alternatif ramah lingkungan adalah kantong yang dibuat berdasarkan SNI,” ucap Sutiaji.
Kategori Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik Mudah Terurai dan atau SNI perubahannya maupun standardisasi serupa yang dikeluarkan oleh negara lain berdasarkan perjanjian saling pengakuan (mutual recognition agreement) dan atau kantong permanen yang dapat dipakai berulang ulang, atau kantong plastik daur ulang yang dibuat berdasarkan SNI.

Sementara itu Kepala DLH Kota Malang Agoes Edy Poetranto saat dikonfirmasi disela sela pimpin aksi kampaye ke pasar tradisional maupun toko modern yang menyediakan tas kresek mudah terurai. “Kalau kategori produk tas belanja plastik berbahan daur ulang dan dipergunakan untuk membungkus, mengangkat, mengangkut, dan atau memindahkan barang Konsumen,” ujar mantan Kasatpol PP.

Sedangkan Kantong Plastik Konvensional adalah terbuat dan mengandung bahan dasar plastik, lateks atau thermoplastic synthetic polymeric, atau bahan sejenis lainnya yang sulit terurai (500 – 1000 tahun), dengan tanpa pegangan tangan, yang digunakan sebagai media untuk membungkus, mengangkat, mengangkut, ataumemindahkan barang yang diperoleh konsumen pada pusat perbelanjaan dan atau toko swalayan,” beber Agoes.

Agoes juga optimis kegiatan lain bidang kemitraan untuk lakukan bersih sungai di 9 titik sungai, mulai 12 hingga akhir bulan Desember 2018.(*)