Wawali Kota Malang Sambut Wawali Jogja Ajak LPMK Studi Tiru Kampung Tematik Bhumi Arema

MALANG PROKOTA.Com – Kota yang ada di Jawa Timur akhirnya diputuskan ke Malang karena ada banyak kesempatan. Salah satunya adalah diberikan pariwisata yang secara geografis negatif terlalu luas samalah dengan Kota Malang sehingga ada hal-hal yang perlu digali didalami kalau ada yang positif mungkin di Malang bisa dicontoh di apa poin yang diangkat dari kunjungan pemberdayaan masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat ini di kawasan perkotaan tang dijenal jadi kampung tematik menjadi jujugan studi tiru Pemkot Jogja untuk dikembangkan dengan model yang sama. Karena di situ akan banyak kreatifitas, akan banyak inovasi. Karena apa? Para ketua RT/RW serta, masyarakatnya banyak ide, dipercayakan untuk mengembangkan kearifan lokal, seoerti kampung TRIDi, Kampung Narubuk, kampung Biru, dan mereka krmarin sudah ke kampung Glintung yang dikenal 3G,” ungkap Wawali Kota Malang Sifyan Edi Jarwoko saat menyambut rombongan Wawali dan LPMK Kota Jogja kemarin di mini block office.

Lanjut Sofyan Edi politisi asal Golkar itu memberi contoh bahwa Kota Jogja memutuskan seluruh area yang ada di kelurahan wilayahnya ada di kawasan destinasi wisata, ini kan keren. “Maka di situ dituntut banyak kreatifitas banyak inovasi. Seluruh area, seluruh kelurahan Kota Jogja menjadi destinasi wisata itu tekad. Kan gitu.”

Nah makanya dari konsep itu datang ke Porwantoro lihat kampung yang ditata. Pengecuannya dan sebagainya. supaya bisa di mmm contoh di terapkan di sana. Kira-kira gitu. Jadi pemberdayaan yang poin.

Jadi kalau pemberdayaan masyarakat ini menjadi prioritas manfaatnya apa? Partisipasinya naik masyarakat. Idenya muncul, ya. Dan yang paling utama tujuan akhir daripada pemberdayaan itu adalah kemandirian masyarakat akan begitu.

Hanya satu dengan santai sofyan ceritakan itu tentang kenapa Malang, sebetulnya kita juga sama-sama belajar ke sana. Pada poin-poin tertentu ya. Kota Malang yang di-sharing-kan mungkin. Yang dipilih di Kampung Purwantoro yang kawasan rukim.

Dan saya kasih contoh, perubahan-perubahan yang bersifat physical perubahan menjadi hijau, jadi rapi dan sebagainya itu penting. Tetapi yang lebih penting adalah merubah kebiasaan buruk di tengah jadi baik.

“Tadi sudah disampaikan itu yang awalnya buang sampah sembarangan. Ya ada rasa sekarang sudah malu,lalu sampah dibuang di tempat. Yang awalnya nampungnya kadang-kadang sih enggak aman. Saiki awalnya kalau ada warga yang berkunjung ke kampungnya, senyumnya berat dan mahal, sekarang murah meriah karena kampungnya jadi jujugan wisatawan.” pungkas Sofyan optimis.

Sementara itu Wawali Jogjakarta Heru Purwadi menyampaikan kenapa memilih studi tiru ke Kota Malang Bhumi Arema?, kemarin kita rapat dengan teman-teman ada dua yang kita tawarkan. Mau ke Surabaya atau ke Malang? Semua sepakat ke Malang pak, ya. Karena di sampingnya ada banyak kesamaan antara kota Yogyakarta dan juga Kota Malang, kita saling apa namanya belajar, terutama pemeliharaan kampung karena mungkin sebagai sesama kota pariwisata,

“Pemberdayaan kita sekarang ini memang bertumpu pada bagaimana masyarakat itu bisa terlibat. RT, RW yang disahkan di akhir tahun dua ribu dua puluh, itu sudah mengamanatkan seluruh wilayah Kota Jogjakarta adalah destinasi wisata. Jadi tidak lagi kita hanya ngomongkan Malioboro, tidak hanya taman pintar, tidak hanya ngomongkan tentang buka puasa dan keraton. Tetapi kalau pariwisata, kita sekarang sudah bicara seluruh sudut kota Yogyakarta harus menjadi destinasi wisata.”papar Heru Wawali Kota Jogja itu jujur.

Makanya, lanjut politisi asal PAN itu menambahkan bahwa meskipun hari ini kita membawa empat puluh-lima LPMk sebenarnya beberapa OPD, beberapa camat itu sudah sering kali datang ke sini untuk juga saling belajar, terutama dalam pengelolaan wilayah kampung, sehingga menjadi pemberdayaan bagi seluruh masyarakat memang Kota Jogjakarta itu IPM-nya tertinggi di Indonesia sudah bertahun-tahun tapi kita ini punya PR generasinya juga paling tinggi di Indonesia.

“Artinya tingkat pendidikan tingkat kesehatan, tingkat kesejahteraannya itu sudah cukup tinggi tetapi kesenjangan pendapatan ini juga masih paling tinggi di Indonesia. Oleh karena itulah maka kami mengajak ini teman-teman ini supaya antara kelompok menengah atas yang selama ini mendapatkan limpahan rezeki dari wisata itu harapannya masyarakat juga nanti mendapatkan limpahan limpahan uang dari pariwisata dengan kita membuat gerakan namanya gerakan gandeng gendong.” jelasnya.

Harapannya memang angka kesenjangan itu semakin eh pendek. Nah, inilah makanya kami terima kasih atas eh sambutan dan eh apa namanya eh penerimaan dari kunjungan kami ini karena kami ingin belajar tentang bagaimana mengelola kampung. Sehingga kemarin saya sudah tanya ini Pak, tanya itu Pak. Jadi pembelajaran ini memang harus kita kembangkan. Karena kami juga punya program yang namanya Kampung Kembar.

“Kampung yang punya potensi sama harus kita kembangkan secara bersama-sama. Nah, kami harapkan nanti beberapa hal yang menjadi kekuatan kita semuanya nanti terutama dari Kota Malang ini kita bisa belajar tentang kelebihan-kelebihan yang selama ini sudah dikembangkan oleh kota Malang dan terutama oleh masyarakat Malang juga.” pungkasnya penuh harap. (dr/ria/hms)