Walikota Malang : Potensi Sektor Ekonomi Kreatif Kota Malang Sangat Luar Biasa. Malang memiliki Potensi Pengembangan Industri Kreatif Berkelas Dunia

Permudah Industri Kreatif di Kota Malang Berkembang Ada Di Festival Mbois 6

MALANG PROKOTA.Com – Wali Kota Malang Sutiaji yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu, membuka Grand Show Festival Mbois 6 ini dengan harapan dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) semakin dinamis dalam menjalankan kreasinya. Hal ini untuk menjawab tantangan perkembangan ekonomi di Indonesia setelah diterpa pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

“Potensi sektor ekonomi kreatif Kota Malang sangat luar biasa. Malang memiliki potensi pengembangan industri kreatif berkelas dunia, terutama pengembangan industri kreatif digital dengan terus membangun ekosistem digital yang kondusif untuk start-up enthusiast Kota Malang,” papar Dwi Rahayu, yang membacakan sambutan dari Wali Kota Malang.

Melalui kegiatan ini, lanjut Dwi Rahayu, diharapkan akan bermunculan calon-calon wirausaha baru di bidang industri kreatif khususnya dari kalangan generasi muda. “Ke depan mereka dapat meningkatkan kualitas diri, kemandirian, serta mampu menyerap tenaga kerja sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan maupun memperkuat perekonomian daerah,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati Sutiaji berharap event ini menjadi agenda rutin tahunan. Pasalnya, melalui Festival Mbois ini pemuda-pemuda di Kota Malang dapat lebih mandiri dan menemukan jati dirinya masing-masing. Dengan begitu, tagline Walikota Malang “Dari Kota Malang untuk Indonesia dan Dunia” akan segera terwujud dari anak-anak muda di Kota Malang.

Kemudian, lanjut Widayati, yang perlu diketahui adalah baru pertama kali dan satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia membuat program dengan melakukan live shopping bekerjasama dengan Tokopedia.

“Alhamdulillah hari ini bisa menggandeng Tokopedia untuk mempublish produk-produk dari IKM dan UMKM di Kota Malang, dan Alhamdulillah baru live setengah jam kita sudah mendapatkan penjualan Rp 15 juta lebih,” ujar Widayati dengan senang.

Seperti diketahui bahwa perkembangan digital yang diikuti dengan kemunculan industri kreatif dari IKM dan UMKM di Kota Malang, menjadi kombinasi yang bagus dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi seperti ini.

Melihat hal ini, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), berkolaborasi dengan Malang Creative Fusion (MCF) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang menggelar Grand Show Festival Mbois 6.

Rangkaian kegiatan ini digelar di Indigo Space Malang (ex: DILo Malang) Telkom Kayutangan, Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.7-9, Kota Malang, Senin (22/11/21). Dimulai dari Mbois Playlist, Creative Talk, Malang Pillow Festival 2021, Mbois Ilakes, Mbois Live Shopping, dan puncaknya yaitu Mbois Grand Show.

Disisi lain Kepala Diskopindag Kota Malang, Muhammad Sailendra mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan kota produktif dan berdaya saing, berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterbantuan melalui pengembangan event-event kreatif berskala nasional dan global.

“Kami sampaikan bahwa ada platform digital tempat berkumpulnya start-up lokal Kota Malang, melalui osiker.com yang meliputi osiker.store (marketplace), osiker.service (untuk kolaborasi servis), osiker.event (untuk event kolaborasi) dan osiker.pay (untuk produk payment),” katanya.

Ia menambahkan, Festival Mbois 6 sendiri tahun ini mengangkat simbol topeng Gunung Sari dari lakon Panji Malangan yang digabungkan dengan VR Glass sebagai simbol paduan budaya dan teknologi. Sementara Gunung Sari merupakan salah satu tokoh kesatria Jawa yang patut dijadikan panutan.

“Kegiatan ini tentu mengeksplorasi filosofi tersebut dalam wujud kolaborasi kekayaan kreatif Malang dan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju. Ini menjadi sebuah pernyataan, bahwa kita bangsa yang besar dan kaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Malang Creative Fusion, Vicky Arief menyebut bahwa Festival Mbois yang ke-6 ini merupakan ajang kolaborasi kreativitas antar 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari film maker, animator, seni pertunjukan, musik, kriya dan lain-lain.

“Hal ini tidak mengurangi semangat teman-teman untuk melakukan kolaborasi. Yang menjadi menarik di tahun ini adalah isu pemulihan ekonomi nasional, salah satunya Malang Pulih melalui sebuah program yaitu live shopping,” tutur Vicky.

Vicky Arief berharap, nantinya UMKM tidak dirumitkan lagi dengan proses penjualan produk-produknya. Ia juga menegaskan ingin membantu dengan mengkolaborasikan bersama influencer dan media, yang arahnya menuju live shopping untuk membantu penjualan.

“Seperti yang diinginkan oleh Diskopindag Kota Malang, dimana ada namanya gerakan “Osiker”. Osiker ini menjadi gerakan bersama untuk kita support lokal produk dengan kegiatan-kegiatan yang akan kita agendakan selama setahun ke depan,” pungkasnya berharap. (dr/adv)