Untuk Bangun Pasar Rakyat Sesuai SNI, Diskoperindag Kota Gelar Pembinaan

MALANG PROKOTA.COM – “Ini dalam rangka pembinaan pengelolaan pasar rakyat menuju SNI. Kita undang pengelola dan paguyuban pedagang pasar supaya mereka paham, SNI itu seperti apa, bagaimana menuju ke arah SNI, syarat-syaratnya apa yang dilakukan untuk menuju pasar rakyat ber-SNI,” ungkap M Sailindra Senin (22/11/2021).

Lanjut Kepala Diskopindag Kota Malang tersebut, bahwa tujuan pembinaan ini untuk memahamkan para pedagang pasar untuk pentingnya pasar yang sesuai SNI. Selain itu juga para pedagang dan pengelola pasar tahu cara bagaimana cara mencapai pasar sesuai SNI.

Oleh karenanya Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Diskopindag) menggelar pembinaan pengelolaan pasar rakyat sesuai SNI.Untuk optimalisasi hasil acara digelar di Block Office Mini Pemkot Malang Lantai empat selama dua hari, Senin (22/11/2021) serta Selasa (23/11/2021).

Dihadiri ratusan peserta orang dari pedagang di pasar hingga pemerhati pasar.

Pasar sesuai SNI ini pun penting dilakukan. Sebab nantinya yang untung adalah para pedagang. Selain memberi kenyamanan ke para pedagang, para pelanggan juga akan semakin banyak.

“Karena sudah bersih. Sehingga ekonomi pun meningkat di pasar harapannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang Sapto Wibowo menambahkan, kegiatan pembinaan pengelolaan Pasar Rakyat sesuai SNI tersebut dilangsungkan selama dua hari berturut-turut hingga besok (Selasa, 23/11/2021). Yakni, dengan menghadirkan setidaknya 132 peserta dari masing-masing pengelola pasar rakyat di Kota Malang.

Di Kota Malang, saat ini baru ada satu pasar yang telah sesuai SNI, yakni Pasar Oro-Oro Dowo. Dalam hal ini, mewujudkan semua pasar ber-SNI tidak bisa hanya diurusi oleh pemerintah, melainkan perlu keterlibatan dan kolaborasi pengelola pasar.

“Pemkot Malang tidak akan bisa berbuat banyak tanpa ada suatu kerja sama dengan mereka. Kami harus saling sinergi, saling memberikan masukan untuk kebaikan bersama,” imbuh Sapto

Diakui, proses menuju pasar ber-SNI tidak mudah. Perlu beberapa tahapan untuk bisa menjadikan satu pasar rakyat berstatus SNI.

Namun, dengan pembinaan tersebut, setidaknya semua pasar di Kota Malang mempersiapkan segala sarana prasarana hingga fasilitas yang harus dipenuhi.

“Misalnya seperti bangunannya sudah prototype sesuai dengan Kementerian Perdagangan. Ada fasilitas tertib ukur, fasilitas kesehatan, masalah MCK. Itu juga harus ada dan bersih. Minimal seperti pasar modern. Dan revitalisasi-revitalisasi itu bagian dari upaya mewujudkan pasar rakyat ber-SNI,” pungkasnya. (dr/adv)