MeNaWan akan Tingkatkan Ruang Terbuka Hijau di Kota Malang

MALANG – Belum idealnya ruang terbuka hijau di Kota Malang, Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi pasangan calon MeNaWan.

Data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kota Malang disebutkan bahwa pada tahun 2016 luasan RTH Kota Malang hanya mencapai 2 persen dari luas wilayah. Jumlah tersebut menurut Dewan Daerah Walhi Jatim Purnawan D Nagara sangat tidak ideal luas wilayah untuk RTH.

“Luasan RTH suatu wilayah idealnya 20 persen dari luas wilayah untuk RTH publik dan 10 pesren RTH pribadi. Namun kenyataannya di Kota Malang malah hanya menyisakan sekitar dua persen saja,” Kata Purnawan

Parahnya lagi lanjut tahun 2000 jumlah RTH di Kota Malang berkisar 2,5 persen. Artinya selama kurun waktu 16 tahun jumlah RTH di Malang mengalami penurunan sebesar setengah persen.

Penyusutan tersebut diakibatkan karena adanya pengalih fungsian RTH oleh pemerintah menjadi perumahan, ruko, Mall, hotel dan sebagainya.

Sejumlah RTH yang sudah berubah fungsi di Kota Malang eks Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) di Tanjung yang berubah menjadi kawasan permukiman elit dan hotel, stadion luar Gajayana yang berubah menjadi Mal Olympic Garden (MOG) dan hotel Atria. SPMA yang berubah menjadi Malang Town Square (Matos) dan perumahan, serta Taman Indrokilo di belakang Museum Brawijaya yang juga menjadi perumahan.

Calon Wakil Walikota Malang nomor urut 1 Ahmad Wanedi mengungkapkan bahwa dalam 25 aksi program menawan yang digencarkan olehnya bersama Ya’qud Ananda Gudban adalah memfokuskan pada penambahan RTH di Kota Malang.

“Jadi blusukan saya selama ini ke warga itu sekaligus mencari kemungkinan-kemungkinan tempat di masyarakat yang ada ditiap kelurahan untuk kita jadikan sebagai tempat terbuka hijau,” tutur Wanedi.

Kedepan, kata Wanedi, di setiap wilayah dan kelurahan harus ada ruang terbuka dimana masyarakat bisa berkumpul bersama dan bersosialisasi mengembangkan bakat mereka. “Aset yang dimiliki pemerintah yang ada ditiap-tiap kecamatan juga akan kita manfaatkan, semuanya kan demi kemaslahatan masyarakat,” kata politisi PDIP ini.

Mengenai target berapa persen, Wanedi sampaikan bahwa bukan target yang dikejar olehnya melainkan apakah keterbutuhan yang ada tersebut tercapai atau tidak. “Saya tidak ngomong target ya, yang jelas kebutuhan yang ada itu harus tercapai sehingga masyarakat senang pemerintah pun apalagi,” tandas dia. (*)