GENSALIM Duta Generasi Sadar Iklim, Gerakan Pelajar Adaptasi Perubahan Iklim di Malang

MALANG PROKOTA – Aksi all out membudayakan GENSALIM Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup kota Malang terus ditingkatkan, salah satunya dengan  meresmikan Duta generasi sadar lingkungan (Gensalim).  Sebanyak 250 siswa mulai SD sampai SMP terpilih sebagai duta Gensalim. “Mereka dipilih dari masing-masing sekolah,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Siti Ratna Wati, Kamis 27 Juni 2018.

Mereka yang terpilih, katanya, dilatih  untuk kampanye lingkungan atas dampak perubahan iklim. Sejak 10 tahun lalu, terjadi kenaikan suhu udara.
Malang semakin panas.

Dari pihak Dinas lingkungan hidup yang ikut andil dalam pembentukan GENSALIM Arif Dhermawan menambahkan bahwa perubahan iklim terjadi karena perilaku manusia. Antara lain produksi sampah yang terus meningkat sehingga mengeluarkan gas metana yang menyebabkan efek rumah kaca. “Perubahan iklim bisa dicegah dengan mengubah perilaku,” katanya.

Perubahan iklim berdampak terhadap kesehatan, ketahanan pangan dan ancaman bencana. Untuk itu,  para siswa duta Gensalim bakal melakukan kampanye dan gerakam sadar lingkungan di masing-masing lingkungan.

“Melibatkan teman sebaya dan masyarakat sekitar,” ujarnya. Gerakan sadar lingkungan dimulai sejak 2012 lalu dimulai dengan ecomaping. Dilanjutkan dengan greenschool festival dan penghargaan sekolah adiwiyata.” Tandasnya.

Salah seorang duta Gensalim Khusnul Khotimah dari SMA Negeri 7 Malang tengah menyiapkan gerakan mengolah sampah organik dengan kompos. Serta gerakan kampanye dengan melibatkan masyarakat. “Agar perilaku berubah. Dimulai sejak sekarang,” ujarnya.

Sedangkan duta Gensalim SMK Negeri 4, Bagus Tejo Waluyo menyiapkan sistem aplikasi untuk mendukung bank sampah. Sehingga distribusi sampah semakin mudah dan cepat. “Aplikasi ini disiapkan bersama tim,” katanya.

Ditambahkan Duta Gensalim dari SMAN 2  Kota Malang Cindy Usama Rusli menambahkan kalau kampaye GenSaLim dimulai dilingkungan dimana ia tinggal ,” dimantafkan di lingkungan sekolah agar perilaku membuang sampah pada tempatnya , lalu memilah sampah kering dan basah , yang kemudian yang organik  diolah menjadi kompos untuk perabukan taman disekolah, yang kering seperti kertas dan botol  plastik didaur ulang menjadi barang yang bernilai seoerti tas dan souvenir ,” paparnya optimis.

Terpisah Ruci Primaharani Duta  GENSALIM asal SMAN 7 yang ditemui mengaku bangga menjadi Duta pertama GENSALIM sebab gak semua generasi muda seusianya mau menyandang Duta lingkungan yang punya beban mengkampayekan gerakan sadar lingkungan.

Dilingkungan rumah, dijalanan hingga di lingkungan sekolah punya misi menyuarakan aksi pro lingkungan sadar iklim, kalau bukan dimulai dari generasi mudanya bahkan sejak usia dini kalau perlu sudah ada gerakan atau contoh langsung untuk sadar iklim, ” tegas pemilik tinggi 170 cm itu serius.(*)