Anton, Wali Kota yang Ingin Menuntaskan Pengabdiannya

Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

Hidup bagaikan roda yang berputar, kadang seseorang berada di atas namun ada kalanya di bawah. Peribahasa tersebut juga cocok menggambarkan kehidupan H. Mochammad Anton, Walikota Malang.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota dan juga pengusaha sukses penyuplai tetes tebu ke perusahaan besar di Indonesia, Anton pernah melakoni beragam profesi mulai dari sales hingga sopir.
Latar belakang keluarga yang kurang mampu membuat Anton pernah mengalami getirnya kehidupan. Anton kecil pernah menjajakan kue sejak duduk di bangku sekolah.
Kemudian beliau menjadi penjual sembako dengan berkeliling dari desa ke desa untuk mengantarkan sembako dagangannya tersebut.

Saat duduk di bangku SMA, pria yang kini akrab disapa Abah Anton itu memilih menjadi sopir angkot Dinoyo-Gadang.
Pekerjaan itu dilakoni agar dirinya bisa mengenyam kuliah. Di Surabaya, Anton kemudian bekerja sebagai sopir di kota tempatnya menuntut ilmu tersebut.
Beliau sempat mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan di ITN Malang. Hanya saja, sampai semester enam kemudian mengambil cuti terminal. Kondisi keuangan yang tak mencukupi membuat Anton memilih tidak melanjutkan kuliahnya.

Suatu hari pada 1998, Anton bertemu dengan seseorang dari Jakarta yang memintanya untuk mencarikan tetes tebu. Meski berbeda jauh dari bidang pendidikan yang ditempuh, Anton menyanggupi penawaran sebagai perantara tersebut.
Saat itu, belum ada orang yang melirik usaha tetes tebu karena hanya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat. Beliau pun berhasil memenuhi permintaan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang meski tanpa modal dan tidak berpengalaman soal tetes.

Tak tanggung-tanggung, Anton pada waktu itu mampu mengirimkan 3.000 ton tetes tebu dengan omset ratusan juta yang didapatkannya secara gratis karena dianggap limbah. Kala itu harganya masih sekitar Rp 150.000 per ton.

Melihat usahanya berjalan lancar, Anton akhirnya memutuskan untuk berhenti jadi perantara dan mampu menyuplai tetes tebu ke dua pabrik besar penyedap rasa. Tetes tebu yang dihasilkan tidak hanya dari pabrik gula di Jawa Timur, melainkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Omzet yang diraup pun mencapai jumlah miliaran. Dan saat ini Anton bisa dikatakan menjadi salah satu orang terkaya di Kota Malang.

Kisah suksesnya sebagai pengusaha tetes tebu tentunya tidak lepas dari sinerginya dengan petani tebu. Anton telah membina lebih dari 10 ribu petani tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kini ia mengabdi sebagai Walikota yang memiliki niat tulus untuk memajukan Kota Malang tercinta. (*)

Biodata Walikota Malang
Nama : H. Mochamad Anton (Goei Hing An)
Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 31 Desember 1965
Alamat : Jl. Tlogo Indah No. 16 Tlogomas, Lowokwaru
Agama : Islam
Ayah : Goei Heng An
Ibu : Sumiati
Istri : Hj. Dewi Farida Suryani
Anak
1. Lely Ansisca
2. Yan Hidayat
3. Hans Candra Wijaya
Pendidikan
1. SDN Tlogomas 2 Kota Malang
2. SMP Negeri 8 Kota Malang
3. SMA YP 17 Kota Malang
4. S-1 Jurusan Tekhnik Sipil dan Perencaan ITN Malang
Pengalaman Organisasi
1. Ketua RW 01 Tlogomas, Lowokwaru a
2. Bendahara MWC NU Lowokwaru
3. Bendahara PC NU Kota Malang 2011-2016
4. Ketua Perkumpulan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya
5. Pembina Koperasi Petani Tebu wilayah kerja Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dilantik menjadi Walikota Malang: 13 September 2013

Di Posting : 3 weeks Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga