Wawali Sofyan Edi Secara Virtual Tanam Pohon Pule, bersama HPAI, GM FKPPI Makota Dan Jember., UBKM Di Ponpes Baitul Hikmah Jember, Kita Diberi Pelajaran Melalui Covid 19 ini, Alam Ini Perlu Direstart. Agar Udara Segar dan Air Bersih Demi Anak Cucu Kita

Di Posting : 18 Desember 2021
Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Tadi pagi Sabtu 18/12 ada yang menarik di Pondok Pesantren Baitul Hikmah kecamatan Tempurejo Jember ,pasalnya Pondok yang juga menyediakan sekolah mulai dari Paud,TK, MIN,MTS dan SMK itu kehadiran Generasi muda FKPPI Makota 1333 dan GM FKPPI Jember dengan membawa 200 pohon Pule.

“Kami mengantar Pohon Pule sesuai permintaan Ponpes Baitul Hikmah ke Himpunan Penggiat Adiwiyata DPW Jember, 200 pohon Pule yang besok secara virtual disambut vidcon wawali Softan Edi yang telah berikan pohon dilakukan setelah penanaman 8 pohon secara simbolis oleh HPAI DPW jember dan Ponpes,” ungkap Tiktok perwakilan GM FKPPI Makota memberi sepatah kata.

Sementara pihak Ponpes menerima 200 pohon untuk diterimakan dalam giat penghijauan dilingkungan Ponpes yang konon punya 1500 santri dan murid sekolah mulai Paud hingga SMK.

Sementara itu Sulaiman Sulang,Humas HPAI membenarkan jika setelah penanaman akan diadakan vidcon bersama Wawali Kota Malang penyumbang Pohon pule, sekaligus Dewan Penasihat HPAI itu akan berikan tausyia tentang manfaat pohon pulai,” insyaallah besok pagi sesuai jadwal beliau akan lakukan sambutan secara virtual dengan vidcon karena padatnya jadwal beliau,” paparnya humas yang juga guru SMKN 6 Kota Malang itu yakin.

Terpisah Bung Edi, sapaan akrab Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan bahwa jenapa sampai ada penghijauan hingga ke Jember? secara simbolis hingga ke negeri diatas awan? berikut penjelassannya.

“Kalo ada tanah yang kosong gak ada tanaman, rasanya kita kurang bersyukur. Kita tanam pohon niatkan untuk kehidupan supaya lestari sebagai sebagian ibadah kita dan Kita ajak putra-putri kita untuk melanjutkan budaya bangsa gemar menanam dan merawat.

Bangsa kita ini bangsa yang besar, agraris, karena sumbernya alam semesta. Negara2 eropa datang ke indonesia karena rempah rempah, karena alam kita menghasilkan rempah-rempah yang luar biasa. Selama ratusan tahun akhirnya jadi jajahan mereka. Siapa lagi kalo bukan bangsa Indonesia yang merawat alam kita semua ini.

Kemarin kita diberi pelajaran melalui Covid 19 ini, alam ini perlu direstart. Kita nanam pohon semenjak belum ada covid. Dulu saya menanam pule sebelum adanya covid, 22 oktober 2019 tepatnya di hari santri, kita adakan kegiatan menanam pohon pule di pondok pesantren Al Hayatul Islamiah Malang.

Pohon pule ini banyak manfaatnya, bagus untk taman kota dan mempunyai nilai jual yang mahal dan juga sudah hampir punah. Saya gak mengira sampai Ponpes Tempurejo Jember, sebelumnya diminta tanam di Jakarta, Jawa Tengah, kita penuhi meski secara virtual sambutannya karena kekuatan sosial.

Kegiatan ini murni untuk alam semesta kita. Banyak pelajaran yang diambil dari kegiatan ini, kita sampai saat covid mengganas lalu ,sampai kehabisan tabung oksigen, Makanya kita shodaqoh oksigen dengan tanam pule dengan kegiatan ini untuk hasilkan udara bersih.sumber air bersih demi anak cucu kita,” paparnya berharap.

Lebih jauh dikatakan Bung Edi ,bahwa cobaan yang ada adalah Cara alam berkomunikasi dengan kita ini supaya kita kuat menghadapi tantangan yang sulit kedepannya. Kita masih berbenah, mental masyarakat kita saat kena covid 19 tak tergoyah, yang sakit dikucilkan,

“Tapi Alhamdulillah sekarang sudah tenang. Kuatkan kesehatan mental dan kekompakan untuk mengingatkan kembali bahwa kita memiliki kegiatan gotong royong. Semuanya, inilah hikmah besar yang bisa kita ambil dari pandemi covid 19.” tandas dia yakin.

Masih kata Arema Asli Sukun itu menambahkan jika Pengalaman negara maju akan mengalami kemajuan ekonomi yang sangat pesat, “kita sebagai orang tua harus menyiapkan anak anak kita supaya mampu masuk pada era baru dengan kesiapan yang utuh, jiwa kerja keras, mental yang kuat, tidak patah semangat, kalo tidak di siapkan oleh kita bukan pertumbuhan tapi beban. Banyak pemuda tapi cuma bisa hura hura. oleh karena itu dengan giat ,kreatifnya generasi muda mau berlomba lomba berkarya , indonesia tangguh indonesia bangkit,” pungkasnya optimis. (dr/le/tik/bag)

Di Posting : 18 Desember 2021

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga