Wawali Sofyan Edi Ajak Masyarakat Gemar Menanam, Dengan Pule Hijaukan Bhumi Arema Demi Anak Cucu, Sumber air Dan Udara Bersih

Di Posting : 14 November 2021
Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – “Kita akan terus berupaya secara maksimal, menuju satu kesadaran bersama dengan cara memasyarakatkan budaya menanam baik itu Pohon Pule atau Pohon buah Ayo giatkan tanam pohon atau polowijo,” ucap Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang biasa disapa Bung Edi, sapaan akrabnya itu mengajak warga Kedungkandang saat ajak penghijauan bersama TNI dan warga RT 05 RW 5 kelurahan Kedungkandang kecamatan Kedungkandang untuk hijaukan bumi Arema.

“Apabila ini menjadi kegiatan seluruh masyarakat dan pemerintah, imbuhnya, ini akan memberikan kontribusi terhadap penghijauan ,artinya aman dari bencana longsor juga untuk aksi tanam polowijo atau lewat urban warming ,dirumah yang minim lahan jadi kebutuhan pangan masyarakat dan jika dipasarkan tentu dapat menambah penghasilan keluarga.” paparnya optimis.

Ungkapan Wakil Walikota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko lebih jauh ,pada Minggu pagi 14/11 yang hadiri giat penghijauan di Purwosari bersama Papalas. dalam giat penghijauan tanam Pule yang digelar bersama Papalas Malang itu jadi dorongan untuk lebih meratakan penghijauan di bhumi Arema dengan menanam pohon Pule. Sesuai dengan tema yang diangkat oleh Kementrian Pertanian, gelaran ini bertemakan “Tanaman pohon Pule naupun pohon buah ,juga aksi tanam pertanian Meningkat, Pangan Aman, di Tengah Pandemi Krisis Global”. Mengawali kegiatan pada Minggu (14/11) tersebut, Wawali Sofyan Edi nampak antusias, termasuk harus mengunjungi Kelompok pencinta alam papalas untuk tanam Pule di Antabogo Purwosari.

Selanjutnya, Wawali Sofyan Edi, juga mengajak masyarakat Kota Malang untuk membiasakan budaya menanam sebagai wujud mengupayakan kesadaran bersama akan penghijauan lingkungan, hindari longsor ,banjir untuk pelihara sumber air dan lahirkan udara bersih ,juga ketahanan pangan. Menurutnya, keterbatasan lahan pertanian di Kota Malang tidak menjadi penghalang. Perlu juga memanfaatkan seluruh potensi di Kota Malang dengan memberdayakan pekarangan.

Bung Edi juga mengajak para pemuda untuk berinovasi melalui gerakan sadar iklim Milenial. Dijelaskan olehnya bahwa pelaku Gensalim Milenial adalah generasi sadar iklim dengan usia yang terbilang muda untuk melakukan kegiatan pro lingkungan dan pertanian pada kondisi perkotaan dengan lahan terbatas. Serta menggunakan pendekatan teknologi maupun sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan pertanian maupun memasarkannya.

“Artinya dia menanam, dengan kondisi lahan yang terbatas. Tapi dia juga mempunyai pasar untuk menjual produksi yang dihasilkan. Ini kan keren. Dengan kekuatan teknologi informasi, sekaligus memanfaatkannya,” jelas Bung Edi.

“Langkah-langkah yang dilakukan adalah mensupport dalam bentuk aksi tanam pule yang jelas setelah besar manfaat untuk lingkungannya dan kepada masyarakat,” jelas Bung Edi.

“Harus ada inovasi-inovasi guna mempertahankan aksi generasi muda proling maupun gensalim ,untuk udara bersih,air bersih demi anak cucu dibhumi Arema ,” ujarnya yakin. (Dr/gus/jok/hms)

Di Posting : 14 November 2021

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga