Wawali Sofyan Edi Sambangi Tujuh Kampung Tematik Korban Banjir Bandang, Relawan PMI Kerja Bakti Bersihkan Lumpur

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Keganasan Banjir bandang yang melanda Kota Batu dan juga berimbas ke Kota Malang, tidak hanya merusak puluhan rumah. Banjir bandang juga merusak 7 kampung tematik yang kebetulan berada dekat dengan sungai Brantas. 7 kampung tematik tersebut adalah Kampung Putih , kampung Warna – Warni, kampung Tridi, kampung Lampion, kampung Gerabah dan kampung Keramik. Diantara tujuh kampung tematik yang terdampak, kampung putih yang paling parah terdampak. Jum’at (05/11/2021)

Terpantau di lapangan banyak fasilitas dari kampung putih yang tepat kampungnya berada di bantaran sungai Berantas. Mulai dari gapura selamat datang, spot selfie dan dekorasi yan terbuat dari bahan kayu serta bambu hanyut terbawa arus banjir bandang.

Menurut David Rakha selaku ketua Pokdarwis Kampung Putih mengatakan bahwa selain puluhan rumah di kampung ini dipenuhi endapan lumpur, bahkan ada beberapa tembok rumah warga juga jebol. Tidak hanya itu, fasilitas kampung tematik kami juga banyak yang rusak dan hanyut.

“Alhamdulilah kehadiran relawan PMI Kota Malang dan oenggiat lingkungan kota sehat yang dikomandani Pak Samsul cukup membantu hingga rumah bersih dari lumpur, Padahal fasilitas seperti spot selfie, dan ornamen dekorasi adalah hasil kerja warga kampung. Sedih rasanya melihat kampung Putih saat ini, akan tetapi yang namanya bencana alam tidak ada yang tahu kapan datangnya.”

“Saat ini kami bersama warga masih konsentrasi membersihkan endapan lumpur di rumah warga, kami juga merasa bersyukur tidak sampai terjadi korban jiwa dari warga. Nantinya setelah semua proses pembersihan selesai, kami akan kumpulkan warga untuk memikirkan kembali bagaimana memperbaiki kembali fasilitas di kampung Putih ini, agar kampung ini bisa bersih dan indah seperti sebelum banjir bandang menerjang.” Tuturnya.

Senada apa juga yang dikatakan oleh Agus selaku ketua Pokdarwis kampung Warna – Warni “kejadian banjir bandang kemarin sore begitu cepat dan dan debit air juga tunggi, sehingga warga tidak bisa menyelamatkan ornamen serta meja kursi yang biasa dipergunakan warga berjualan. Semua yang berada dilapangan habis dan hanyut tersapu air banjir.

“Ketika banjir mulai surut kami bersama warga dan relawan PMI kota Malang dan penggiat lingkungan kota sehat bergotong royong membersihkan rumah dan lapangan, bahkan endapan lumpur di lapangan sampai mencapai kedalaman 40 cm. Saya yakin meski cobaan di kampung Warna – warni berakhir, warga bisa tetap semangat dan berkomitmen untuk tetap menjadikan kampung ini sebagai kampung tematik dan sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kota Malang matur nuwun pak samsul cs. juga Wawali kota Malang setelah dari kotalama, polehan dan sebelum ke betek sempatkan hadir di kampung tridi, kehadiran Pak Sofyan Edi atas supportnya insya kami kuat dan tetap bersemangat” tegasnya. (riz/jun/jok/hms)

Di Posting : 3 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga