SMKN 6 Bermasker Siap Vaksin 2000 Siswa Gandeng Poltekes Jadi Trend Kota Pendidikan Prokes BNPB lewat MBLC Gerojok Masker

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Dimulainya pelajaran tatap muka SMKN 6 Kota Malang ,membuat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri VI yang memiliki siswa didik kurang lebih 2400 itu tetap lakukan Protokol Kesehatan walau sudah ada sebagian yang sudah vaksin di lingkungannya masing- masing .

“Kami tanggal 23 september akan menvaksi 2000 siswa SMKN 6 berkerjasama dengan Poltekes. soal aksi mengurai penyebaran covid -19 disekolah kami sudah ada aturan ketat sebelum dan sesudah tatap muka dimulai, yakni 5 M, mulai siswa didik hingga guru- guru ,juga kami perketat prokes setelah vaksin ,”ungkap Drs Sidik Priyono.

Dibuktikan oleh siswa SMKN 6 seperti yang diungkap siswa saat ditemui usai mengikutiaksi pelajar bermasker Sebelum memasuki area sekolah wajib cuci tangan, mengukur suhu badan, memakai masker, dan tak lupa memakai Handsanitiser. Seperti yang diungkap Anastasia KELAS: XI JURUSAN : Alat Berat

“Pendapat saya soal daring Dirumah: Bosan, tidak faham materi sehingga tidak bisa mengerjakan tugas
Pendapat saat Tatap Muka, senang bisa berjumpa teman-teman, bisa faham materi, bisa melakukan
praktek.

Hal itu juga dikatakan Raditya KELAS: XI JURUSAN: Alat Berat berpendapat bahwa saat Daring Dirumah, ia tidak bisa memahami materi sama sekali, dan banyak tugas yang menumpuk. Saat Tatap Muka ia sangat senang karena bisa bertemu dengan guru-guru, bisa mengenal guru, bisa melakukan praktek, dapat menerima materi dengan sangat jelas.

Disambung oleh Zahra gadis berhijab kelas XI jurusan KJJ itu berpendapat jika saat Daring Dirumah,” Kurang bersemangat, tidak ada sosialisasi, susah untuk absensi dan mengerjakan tugas, serta menjadi malas.

Pendapat ia, saat tatap Muka dikatakan keren, bisa bercanda dengan teman menjadi lebih semangat, Ketika Luring beda sekali ,bahkan tak conek dengan otak,tapi saat tatap muka wow pelajaran bisa masuk ke otak sehingga bisa lebih memahami.

Ungkapan Febrianto
KELAS: XI
JURUSAN : TI
Pendapat saat Daring Dirumah: Penerimaan materi selama daring kurang bisa diterima materinya, kurang memahami materi. Pendapat saat Tatap Muka: Saat pembelajaran Luring, lebih bisa menerima materi dengan baik

Hal yang sama juga disampaikan Ridho KELAS: XI JURUSAN: TI
Pendapat saat Daring Dirumah: Tidak bisa menerima dengan baik karena tidak dapat langsung
dengan gurunya.

Pendapat saat Tatap Muka: Dapat menerima dengan baik sekali, karena kita dapat menerima dengan langsung dan bisa secara langsung mempraktekkannya, Pelajaran luring juga tak dapat dipelajari
dan dicerna meski kurang sempurna, meski terpaksa sebab luring sangat dibutuhkan oleh semua siswa walau terbatas, beda saat tatap muka ,bisa lebih inten bertanya pada guru.

” Dengan pemberian masker dari BnpB dan disakurkan lewat MBLC (Malang bersatu melawan Corona) saat bermanfaat untuk keberlangsungan belajar tatap mukameski secara protokol kesehatan, Kami ucapkan terima kasih banyak kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Malang Bersatu Melawan Corona.demi pulihnya proses belajar mengajar dan ekonomi bangkit ,indonesia tangguh ,indonesia Tumbuh,” ucap kasek SMKN 6 Drs Sidik Priyono yang didampingi Waka Kesiswaan Catur Kurniaji, S.Pd., MPd. (dr/sul/tik)

Di Posting : 4 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga