Lomba Urban Farming kelompok Dasa Wisma RW2 kelurahan DInoyo Optimis

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Kehadiran Tim penilai lomba urban farming salah satunya dari Dispangran yakni Endang Tri Rahayu K, SP Kasi Penyuluhan Pertanian dan Nunuk Kusyati, SP

Kasi Distribusi Cadangan Pangan dan Pemasaran

Menurut Lurah Dinoyo, Dwi Hermawan Purnomo S.STP. bahwa yang hadir dari Kelurahan Dinoyo yang ditampil untuk dinilai Rt 6 Rw 2 dengan 5 Dasawisma.

“Rute perjalanan penilaian lomba Urban farming Dari jln Gajayana GG 1 menuju balai RW 2 disambut oleh yel-yel dari ibu-ibu PKK RT 6 ,kemudian sambutan dari BPK Lurah Dinoyo utk seremonial Dilanjutkan jalan ke Dasa wisma 5,3,4, Tanam Pembibitan(urban farming/KRPL), dawis 2,1 kembali lagi ke Balai RW 2 Tanaman yg diunggulkan dari Dasa wisma.Dasa wisma 1: kangkung & seledri, Dasa Wisma 2: cabe dan Tomat, Dasa wisma 3: sawi dan kubis, Dasa wisma 4: bayam dan sawi
5.Dasa wisma 5: terong dan cabe
Undangan, Lurah dan staf dan linmas 10, 2. Pkk 5, bu lurah, bu. sodiq bu. dina, bu. rahayu, bu. tutik, Babinsa 2 Babinmaspol1 KIM 1, Pokja Kel. Sehat 2 Kartar Kel. Dinoyo 1, LPMK 1

Perlu diketahui bahwa TP PKK Kota Malang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan di Kota Malang. Saat ini, urban farming sudah ada hingga ke tingkat RT/RW sebagai upaya menghasilkan produk sayur-mayur yang sehat sekaligus sebagai ketahanan pangan keluarga.

“Dispangtan sedang mengadakan lomba urban farming dasa wisma
perangkat daerah. Sudah mulai penjurian sejak 24 Mei hingga 21 Juni 2021 nanti,” tuturnya.

“Program urban farming mempunyai berbagai kontribusi positif terhadap lingkungan. Pertama, memiliki nilai ekologi untuk membuat ruang terbuka hijau di perkotaan,” tambah Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni, SH., MM, Rabu (16/6/2021).

Kedua, urban farming merupakan kegiatan produktif untuk memanfaatkan ruang terbuka serta sebagai optimalisasi lahan pekarangan dan lahan kosong sekitar rumah. Ketiga, dapat membantu merestorasi lingkungan. Keempat, dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Sri Winarni menambahkan, selain sebagai upaya pemanfaatan ruang terbuka atau berorientasi pada menanam di lahan kecil, urban farming juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Sehingga urban farming juga menjadi salah satu inovasi atau terobosan untuk pemenuhan ketahanan dan keamanan pangan di Kota Malang.

Lanjut Sri Winarni, jika Kota Malang, pertama mempunyai misi mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif dan keterpaduan.

Pembangunan diprioritaskan pada peningkatan produktivitas dan daya saing daerah, serta kesejahteraan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur, daya dukung kota yang terpadu dan berkelanjutan, tertib penataan ruang serta berwawasan lingkungan.

Misi kedua Kota Malang, lanjut Sri Winarni, mempunyai tujuan terwujudnya produktivitas dan daya saing daerah yang merata serta berkelanjutan. Salah satu sasarannya adalah meningkatnya kualitas kemanfaatan tata ruang dan lingkungan hidup. “Dispangtan dalam hal ini turut membuat program-program yang berorientasi pada lingkungan hidup dalam subsektor tanaman, perikanan dan peternakan,” tuturnya.

Payung hukum yang mendasari program-program tersebut, di antaranya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang, Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Bagian Wilayah Perkotaan Malang Utara, serta Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Bagian Wilayah Perkotaan Barat. (riz/koi)

Di Posting : 7 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga