Walikota Sutiaji: Warga silakan Shalat ‘id Dilingkungan terdekat, Masjid atau Lapangan, Syaratnya Jangan edarkan kotak amal, biarkan ada ditempat masuk dan Prokes

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Kabar gembira Pemkot Malang memperbolehkan pelaksanaan Salat Idul Fitri (Salat Ied) tahun 2021 atau 1442 Hijrah.

Tapi ada syaratnya, Pemkot Malang memberikan sejumlah persyaratan terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan shalat ‘Id tersebut.

Seperti yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ibadah Shalat ‘Idul Fitri tahun 1442 H Tahun 2021 dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

“masyarakat yang menjalankan ibadah salat Idul Fitri, agar pelaksanaannya di tempat lingkungan terdekat,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Minggu (9/5) malam.

Sutiaji meminta agar para penyelenggara salat ied untuk mengimbau dan mensosialisasikan terkait prokes pelaksanaan salat ied.

“Jamaah harus dalam kondisi sehat, membawa sajadah atau alas salat dan alat salat masing-masing, menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan ibadah,” jelasnya.

Dikatakan irang nomor satu di Pemkot tersebut bahwa pihak penyelenggara salat ied juga harus mengetatkan prokes di tempat pelaksanaan salat ied.

“Harus menyediakan alat ukur suhu, tempat cuci tangan, hingga pembatasan jarak minimal 1 meter. Di area tempat salat juga harus menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan,” tegasnya.

“Sebelum kegiatan salat berlangsung, juga harus ada pembersihan dengan disinfektan di area tempat pelaksanaan,” jelas Sutiaji.

Selain itu harus ada pembatasan jumlah pintu atau jalur keluar masuk tempat pelaksanaan. Tujuannya untuk memudahkan penerapan dan pengawasan prokes.

“Apabila ada jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius dalam dua kali pemeriksaan dengan jangka waktu 5 menit, maka jemaah tersebut tidak boleh memasuki area tempat pelaksanaan ibadah,” katanya.

Sutiaji tidak membolehkan pengedaran kotak amal untuk sedekah perorangan secara bergilir antar jemaah.

“Jadi tidak mewadahi sumbangan atau sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak amal, karena berpindah-pindah tangan dan rawan terhadap penularan penyakit,” terangnya.

Sutiaji juga tidak memperkenankan anak-anak dan warga lanjut usia (lansia) untuk mengikuti salat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka. Sebab mereka rentan tertular penyakit.

“Anak-anak dan lansia rentan tertular penyakit. Selain itu, orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid 19 juga tidak dibolehkan mengikuti salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan terbuka,” jelasnya.

Untuk pengawasannya, Pemkot Malang telah meminta jajaran camat dan lurah untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian wilayah dalam rangka pelaksanaan shalat ‘id. (riz/tik/hms)

Di Posting : 8 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga