Wawali Sofyan Edi : Kripik Tempe Sanan Bertahan Di Tengah Pandemi untuk Penuhi Kerinduan Oleh2 Khas Malang Wisatawan Meski Prokes

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Di mata Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dengan bangkitnya ekonomi rakyat yang dikenal sebagai Pusat Oleh oleh Khas Malang, Sanan Keripik Tempe tersebut sangat yang dikenal sebagai pusat oleh oleh industri rumahan, meski ditengah Pandemi yg sudah setahun itu coba bangkit.

“Terus bergerak demi bangkitnya ekonomi rakyat sekaligus ikuti program pemerintah dengan adanya PPKM Mikro, terbatas waktu dan tetap protokol kesehatan, semoga kampung Sanan srbagai sentra industri rumahan di kota malang yang dibuka ditengah pandemi covid – 19 ini bisa memenuhi dahaga wisatawan domestik maupun manca meski terbatas, in sya allah terwujud, dan akan lebih panjang dan luas waktu setelah pandemi berlalu,” papar Sofyan Edi berharap.

Masih ingat ketika Sanan yang berada di kelurahan Purwantoro kec Blimbing Kota Malang itu merasa sangat tersanjung saat Wakil Walikota Ir Sofyan Edi Jarwoko hadiri pembukaan mlijo gratis buat warga sanan saat Pandemi baru muncul setahun lalu yang membawa ratusan home industri terpuruk hingga 50-70 persen home industri tiarap, karena tak punya harapan untuk jualan keripik tempe karena modal terkuras akibat covid 19, berharap dapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang khususnya dan umumnya Propinsi Jawa Timur. selain bakal dapat bantuan untuk umkm sekaligus motivasi.

“Keripik tempe di kampung sanan ini rasanya khas menjadi pengingat agar warga bhumi arema ikut memelihara peninggalan nenek moyang, bukan saja jadi tetenger semata, tapi diharapkan membumi menular ke generasi muda bhumi arema untuk memasarkan kripiknya secara online, aoalagi ada malangGleer busa membantu bikin aplikasi pasar hingga ke mancanegara.” papar Sofyed.

Sofyan Edi Jarwoko Politisi asal Partai Golkar Kota Malang tersebut mengapresiasi pameran. Pameran dihelat di TP PKK Kamis 28/4 sebagai wujud keanekaragaman oleh oleh khas jawa Timur dan Indonesia,” mari kita pelihara dan jaga sekaligus jadi ajang motivasi para pedagang kecil menengah dorong kreativitas anak muda untuk terus berusaha memasarkan produk rumahan itu hingga jauh ke pulau bahkan go internasional, jangan sampai ribut setelah negara tetangga mengakuinya artinya dijaga karya tersebut dengan baik dan punya hak paten atau HAKI,” tutur Edi berharap. (dr/rio)

Di Posting : 9 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga