Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Berharap Tahun 2024 sekolah Dikota Malang Terwujud Jadi Sekolah Adiwiyata

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko kembali jadi perhatian publik Penggiat Lingkungan Hidup lewat webinar yang dikatakan pesertanya hingga tembus 500 orang itu tersebar mulai dari Malangraya hingga Papua itu aksinya diawali dengan penanaman pohon Pule sudah cukup menarik undangan dari jajaran kelurahan, kecamatan kedungkandang juga puluhan Kasek sekolah dasar yang ada di Kota Malang.

“Di SDN Kota Lama 1 yang dikenal orang sekolah pinggiran, tapi tak menghalangi menjadi sekolah yang penuh prestasi, kita lihat bagaimana konservasi air dan juga biopori. Di Malang, Seluruh pohon memiliki identitas, seperti warga kita memiliki KTP. Kemudian lembaga2 pendidikan terutama di kec. lowokwaru, jika mahasiswa mulai masuk menjadi mahasiswa baru mengikuti ajaran baru, satu syaratnya adalah menanam satu pohon, itu di akademi yang ada di tlogomas. ” beber bung Edi.

Lebih jauh dikatakannya bahwa Pohon Pule kian hari kian banyak peminatnya, ini luar biasa pasalnya di Kotalama 1, satu siswa menanam satu pohon, itu niat sodaqoh oksigen, sumbangsih dari siswa siswi terhadap lingkungan disini. Di Kota Malang kita Ada pohon yang sudah masuk cagar budaya, pohon beringin dll, salah satunya berjuang supaya lestari yaitu pohon pule.

“Pohon ini adalah pohon kalpataru, yang sudah mulai langka, mencari bibitnya sulit karena kecil sekali bibitnya. Bagaimana kebijakan selanjutnya tentang konservasi air?


Di tahun 2020 di wilayah kota Malang setiap kelurahan sudah dibangun 10 konservasi air sumur resapan ,dan ini harus terus berlanjut supaya lingkungan alam kita lestari, air juga lestari, sehingga kita tinggal di kota malang nyaman dan aman. Malang sebagai Kota Pendidikan, maka kegiatan penanaman pule diawali di Malang dengan puleisasi, ” kata Sofyan.

“Alhamdulillah permintaan pule datang dari Jakarta, Banten, Tasikmalaya, Bandung, Semarang. Selama persediaan masih ada kita kirim.

“Gerakan menanam ini kita jadikan budaya di lingkungan kita, khususnya di kawasan pendidikan, karena menanam merawat pohon ini adalah salah satu pendidikan karakter bagi putra putri kita. Makanya tepat sekali HPAI bersama lembaga2 pendidikan yang ada di Malang bekerja sama membangun kebiasaan menanam dan merawat.

Kalo kebiasaan ini terus menerus dilakukan, menjadi kebiasaan bersama dan dilakukan kurun waktu yang lama akan menjadi budaya. Insya allah Selama kita gemar menanam dan merawat pohon kita menjadi terjaga dan kehidupan kita menjadi lebih baik.

Alhamdulillah Ibu Kabid dinas Bu Ratna, dg kepala Dinas Pak Suwarjana komitmennya Tahun 2024 seluruh pendidikan di Kota Malang sudah Adiwiyata. Kalo sudah Adiwiyata gimana? Harus melakukan gerakan proses edukasi kepada lingkungan, lembaga2 lainnya. Jadi adiwiyata ini identik dengan lembaga sekolahan. Tapi bagaimana jika Kantor, Perusahaan juga melakukan kegiatan yang sama?, Maka ini akan jadi budaya yang dahsyat dan luar biasa di Kota Malang.” pungkas Edi optimis. (dr/arum/fran)

Di Posting : 10 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga