Envigreen Society Prihatin Terhadap Kondisi Sampah Plastik di Waduk Karangkates Malang

Penulis : Doddi Risky
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Komunitas Environmental Green Society kembali melakukan kegiatan brand audit sampah plastik di Waduk Karangkates tepatnya di Desa Senggreng, Kecamatan Kocopokan, Kabupaten Malang. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi brand atau merk sampah-sampah plastik yang dihasilkan oleh industri dan mendominasi pada lingkungan.

“Brand audit ini salah satu cara untuk mengetahui merk atau brand-brand packaging yang tercecer di lingkungan, karena banyaknya sampah yang tidak terurus harus menjadi tanggung jawab produsen juga” ungkap Rafika Aprilianti koordinator zerowaste envigreen society. (Senin 15/3)

Lebih lanjut mahasiswi Biologi UIN Malang menyatakan bahwa sampah plastik yang tidak terurus di perairan akan terdegradasi menjadi mikroplastik. Dari hasil brand audit diketahui, brand yang paling banyak adalah Indofood, Unilever dan sachet dari beragam merk. “Sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah tas kresek tanpa merk, jadi perlu ada kebijakan pelarangan plastik sekali pakai” ujar Iqbal Fatkhul Akbar Koordinator Lapangan Kegiatan Brand Audit Waduk Karangkates.

Plastik yang berakhir di lingkungan tidak benar-benar terurai, akan tetapi terfragmentasi menjadi partikel yang lebih kecil. Partikel ini yang disebut sebagai mikroplastik/nanoplastik.

“Polusi plastik ini lah yang membahayakan bagi lingkungan. Perlu ada kesadaran dari seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik diperkuat dengan terbitnya regulasi atau kebijakan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai” ujar Iqbal Fatkhul Akbar yang juga merupakan mahasiswa Biologi UIN Malang.

Kegiatan ini merupakan salah satu aksi nyata terhadap penggalian fakta-fakta seputar permasalahan sampah di lingkungan. Berdasarkan beberapa penelitian telah banyak diungkapkan bahwasanya polusi plastik menjadi ancaman besar terhadap suatu ekosistem karena berpotensi mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya. Selain itu, presentase daur ulang sampah plastik sangat kecil. Oleh karena itu, perlu adanya sinergitas antara pemangku kebijakan, pelaku industri dan para masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari pencemaran sampah, khususnya pada kategori sampah plastik. (dr/bud/im)

Di Posting : 10 months Yang Lalu

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga