Ngebut , Dinding Beton Didatangkan, Jembatan Rp 64.5 M Ditarget Nataru Dilauncing

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Keyakinan, Jembatan Kedungkandang bisa dibuka dan dioperasionalkan pada akhir Desember. Karena plengsengan yang ambrol bukan kontruksi utama dari Jembatan Kedungkandang. Tetapi untuk mencegah longsor susulan dikemudian hari. Plengsengan yang awalnya berbahan batu cor diganti beton sehingga lebih kuat menahan beban di atasnya.

“Saat ini fokus konstruksi utama dan plengsengan sebagai penyokong konstruksi utama dengan konstruksi yang baru. Beton ini dinding penahan bukan plengsengan sehingga akan kuat menahan beban diatasnya. Selain itu diberikan lobang-lobang untuk jalannya air agar tidak terjadi geser dan longsor lagi,” papar Sofyan Edi.

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko meninjau pembangunan Jembatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat, (4/12/2020). Dia memastikan proses pembangunan Jembatan Kedungkandang akan selesai sesuai jadwal. Yakni, dibuka pada akhir Desember 2020.

“Sampai hari ini on schedule dan akhir tahun ini akan selesai. Semoga cuaca mendukung, pekerja proyek dibagi beberapa shift sampai 01.00 WIB dinihari. Karena pelaksanaan yang baik berjalan sesuai rencana, jembatan Kedungkandang atas tahun baru bisa dilalui,” kata Sofyan Edi.

Seperti diketahui bahwa rencana pembangunan Jembatan Kedungkandang sempat diragukan selesai sesuai target. Sebab, beberapa waktu lalu plengsengan di bawah Jembatan Kedungkandang ambrol sebanyak dua kali (atau sengaja dibersihkan agar tak menyebar ?) Penyebab utamanya adalah faktor alam, karena intensitas hujan yang tinggi dan volume air Sungai Amprong juga tinggi. Plengsengan ini sepanjang 70 meter dengan ketingian mencapai 15 meter.

“Untuk pondasi Jembatan Kedungkandang secara kekuatan sudah terselesaikan tinggal merampungkan sisi kanan dan kiri. Untuk di bekas longsoran bawah jembatan. Sudah di datangkan satu beton dinding penahan untuk tiang pancang sebagai dasar pondasi. Rencananya akan dibangun dinding penahan dari beton saya sudah melihat secara langsung proses pengerjaan,” tandasnya nyakin.

Terpisah kepala PUPR Kota Malang Hadi Santoso saat dikonfirmasi awak media mengatakan, meski sempat ada gangguan alam hingga menyebabkan plengsengan ambrol. Tidak ada tambahan anggaran dalam proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang. Total nilai proyek ini sebesar Rp 64,5 miliar.

“Saya memberikan perpanjangan waktu sampai 30 Desember untuk pekerjaan plengsengan. Tetapi untuk pekerjaan selain plengsengan tetap 23 Desember siap diresmikan bapak wali kota (Sutiaji). Jadi kami tetap yang struktur atas sama yang sisi barat, jalur barat itu selesai 23 Desember dan diresmikan operasionalnya,” tegas Hadi.(dr/hms)

Di Posting : 4 December 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga