SBSI dan Mahasiswa Malang Raya Aksi Tolak UU Cipta Karja Jilid dua

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Ratusan peserta aksi dari sejumlah elemen kembali turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja di Kota Malang. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan, yang terdiri dari mahasiswa se – Malang raya, buruh dari Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), dan pelajar.

Titik kumpul di Stadion Gajayana terus long marc menuju perempatan Rajabali,Aparat kepolisian yang siap sejak pagi melakukan pengamanan ekstra ketat menghadang diperempatan BCA.

Sementara sebagian massa menuju kawasan bundaran Tugu yang disambut ribuan aparat dan ratusan ormas Sejumlah pertokoan dan pusat perekonomian di Kota Malang pun lumpuh sejenak sejak Selasa pagi.

Sempat melakukan orasi di kawasan Rajabali, demonstran bergerak menuju depan Gedung DPRD Kota Malang, Bundaran Tugu. Di depan kantor DPRD Kota Malang inilah demonstran menyuarakan aksinya hingga sore.

Perwakilan Aliansi SPBI Andi Irfan menyebut aksi kali ini berjumlah 1.500 orang dari buruh di Malang raya, perwakilan mahasiswa, dan pelajar.

“Sekitar ada 1.500 orang, dari belasan pabrik, juga dari hampir semua kampus di Malang mengirimkan perwakilan dalam aksi sekarang,” ujar Andi.

Menurutnya tuntutan kepada Presiden Joko Widodo untuk pencabutan UU Cipta Kerja dan mengeluarkan Perppu terkait undang – undang tersebut, menjadi satu harga mati

“Semua demonstran satu suara yang sama, menolak pengesahan UU Cipta Kerja, meminta Presiden untuk mengesahkan Perppu untuk pembatalan UU Cipta Kerja,” tegasnya.

Ditambahkannya bila selama ini Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya tak mendengarkan aspirasi rakyat. Terbukti pemerintah justru meminta masyarakat melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK)

“Presiden bilang, silahkan ke MK untuk judicial review, itu bukan suatu pilihan yang bijaksana, saat semua orang di seluruh Indonesia bilang UU Cipta Kerja itu harus dibatalkan,” tegasnya.(riz/yas)

Di Posting : 20 October 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga