Warga Malang Tak Pakai Masker Bakal di denda Rp 100 ribu

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Gerakan untuk melawan covid -19 nampaknya terus dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar Kota Pendidikan Wisata dan industri kreatif itu terbebas, salah satunya agar warga bhumi arema tertib halankan protokol kesehatan. Agar jerih dan taat tak ikut sebarkan covid-19 mulai Selasa (25/8) besok akan menerapkan hukuman sosial dan denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker di area publik. Hukuman sosial yang diberikan yakni menyapu fasilitas umum atau sanksi denda Rp 100 ribu.

Implementasi hukuman ini merupakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatkan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat didikonfirmasi wartawan usai apel Senin 24/8 menjelaskan, bahwa hukuman sisial diantaranya menyapu fasilitas umum bisa diterapkan menyapu pada selokan, gorong-gorong, atau fasilitas umum lainnya.
“Inpres ini akan dilaksanakan hingga sebulan kedepan yakni pada 25 September. Perlu diketahui bahwa Wali kota Malang usai menggelar apel pencanangan pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Wali Kota Malang juga telah menerbitkan revisi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 tahun 2020,” ungkap Wasto, Senin (24/8).

Dusebutkan dalam perwal tersebut, penilaian Wasto, telah diatur sanksi-sanksi bagi masyarakat yang tidak bermasker. Yakni sanksi sosial dan sanksi denda.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa Perwal Nomor 26 tahun 2020 saat ini dalam tahap finalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Aturannya diterapkan besok,” jelas Sutiaji.

Meski di perwal telah disiapkan sanksi, Sutiaji melanjutkan, penegakkan disiplin kepada masyarakat tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.

“Punishment adalah pendekatan terakhir, kami harapkan tanpa punishment pun masyarakat sudah sadar dalam bermasker,” tegas Sutiaji.

Dalam pelaksanaan pendisiplinan, Sutiaji mengatakan, sosialiasi penegakkan aturan disiplin dilakukan bersama-sama dengan seluruh jajaran, baik dari Pemkot Malang maupun TNI/Polri. Dr/hms

Di Posting : 24 August 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga