Pekerja Event di Bali Gelar Hybrid Drive in Concert, Simulasi Protokol Kesehatan Konser Outdoor di Gong Perdamaian Kertalangu

Penulis : Doddi Risky
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

DENPASAR PROKOTA.Com – Pandemi Covid- 19 yang telah berlangsung lima bulan lebih, memukul berbagai sektor industri. Khususnya industri pariwisata dan event di Indonesia. Bahkan industri pariwisata dan event sempat terhenti, tak terkecuali di Bali.

Namun kondisi itu tak membuat para pekerja event di Bali yang tergabung dalam DPD IVENDO (Dewan Industri Event Indonesia) Bali, menyerah dan patah semangat. Pandemi Covid- 19 justru mendorong mereka untuk tetap menebar semangat positif dan mencari solusi keluar dari krisis.

Sejak April 2020, mereka telah membuat serangkaian diskusi untuk menyusun manual panduan pelaksanaan event yang merujuk pada protokol kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Mulai dari sisi event supplier (produksi), event organizer hingga pengisi acara serta crowd control-nya.

Kini, rancangan manual panduan protokol kesehatan event tersebut akan dibuatkan simulasi sebelum menjadi sebuah Dynamic Operating Procedure (DOP). Simulasi akan diselenggarakan pada Selasa (18/8/2020) bertempat di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar, Bali berbentuk Hybrid Drive in Concert yang mengkolaborasikan antara offline dan online system dalam sebuah kegiatan festival.

Kegiatan ini pertama kali di Bali yang diselenggarakan oleh lebih dari 50 industri event mulai event organizer, event supplier (dekorasi, sound system, lighting, dan lainnya), musisi dan MC. Selain itu, juga melibatkan UKM kuliner, tenaga medis hingga media serta para stakeholder pariwisata sebagai peserta simulasi layaknya sebuah kegiatan pada umumnya.

Hal itu diungkap Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata & Penyelenggara Kegiatan (Events) merangkap Plt. Direktur Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf RI, Edy Wardoyo, mengapreasiasi kegiatan simulasi ini. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya yang diselenggarakan oleh DPD IVENDO Bali bekerjasama dengan rekan rekan pemangku kepentingan MICE Event dan para musisi untuk mengadakan kegiatan simulasi protokol kesehatan. Kita semua berharap bahwa panduan yang disusun dapat segera diterbitkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga kegiatan baik Event Festival maupun pertunjukan dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kondisi saat ini, “ ujar Edy Wardoyo, dalam rilisnya yang ditrima PROKOTA.Com.

Lanjut Edy Wardoyo lebih jauh , bahwa ia juga mengapresiasi bersatunya semua industri event di Bali yang bahu membahu secara swadaya menyelenggarakan kegiatan simulasi ini. Eddy berharap ke depan, pandemi COVID 19 segera berakhir sehingga industri event kembali pulih. “Tetap semangat dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini dan kita tetap optimis. Semoga pekerja event dan musisi di Bali tetap sukses,” pungkasnya.

Perlu diketahui, acara ini melibatkan sekitar 70 mobil undangan terbatas dengan kapasitas maksimum 4 orang atau menempati 50% kapasitas area Gong Perdamaian. Para undangan ini bukan hanya menyaksikan pertunjukan di atas panggung, melainkan juga menjadi pelaku simulasi.

Sementara itu Ketua DPD IVENDO Bali, Grace Jeanie, menjelaskan bahwa simulasi ini di mulai sejak pre-event. Di mulai dengan persiapan kegiatan dari gudang masing-masing event supplier, proses loading hingga set up area pertunjukan. Sedangkan untuk undangan di mulai dari saat kedatangan. Undangan, pekerja event dan musisi serta semua pihak yang terlibat yang memasuki area simulasi diwajibkan melakukan registrasi melalui digital platform. Semua informasi disajikan dalam digital platform tersebut, mulai tata tertib, mekanisme pembelian makanan, menu serta akses komunikasi dengan helpdesk serta medis.

Saat memasuki area kegiatan, wajib menunjukkan QR code untuk dilakukan digital scan. Kemudian dicek suhu badannya oleh team. Setelah lolos melewati gate pemeriksaan, mobil wajib memasuki disinfectan chamber. Bagi panitia, musisi yang tidak mengendarai kendaraan, wajib melewati aseptic chamber. Undangan juga bisa berfoto di photo wall. Di lokasi photo wall sekaligus titik pertama, undangan yang berfoto dihimbau untuk mencuci tangan menggunakan portable wastafel dan portable hand sanitizer yang telah disediakan. Hasil foto tidak diterima secara hardcopy namun secara digital.

Bahkan saat memasuki area utama, mobil menempati space parkir yang telah disediakan sesuai nomor stiker kendaraan yang dipasang di mobil. Di area ini, undangan juga memiliki akses terbatas yaitu hanya bisa keluar dari mobil di area seluas 3,5 x 5 meter dan toilet. Pun untuk pemesanan makanan, undangan bisa memesan melalui digital platform untuk mencegah kerumunan antrian. Karena antrian di setiap booth UKM Kuliner hanya dibatasi maksimal 5 orang dan hanya dilayani untuk pemesanan serta pembayaran saja. Karena makanan akan diantarkan oleh petugas UKM kuliner. Pembayaran dengan menerapkan cashless system.

Penggunaan toilet pun dilakukan dengan safety protocol yaitu dibersihkan oleh petugas setiap kali selesai digunakan. Menariknya, kegiatan ini adalah hybrid system. Selain musisi Bali di antaranya Balawan, Robi Navicula, Ope Indonesian Voice, Crazy Horse, Jun Bintang dan Joni Agung & Double T tampil di atas panggung dan disaksikan secara langsung, juga ada penampilan yang dilakukan live dari Jakarta yaitu Roy Jeconiah ex Boomerang. Konsep gabungan offline dan online ini sebagai solusi tatanan adaptasi baru bidang event dengan adanya pembatasan kapasitas penonton. Pun untuk solusi bahwa kondisi pandemi bukan halangan bagi musisi dari manapun, bahkan dari jika musisi dari luar negeri pun bisa ikut tampil di atas panggung dengan cara live secara online.

Dalam simulasi ini juga ditunjukkan mekanisme penerapan safety protocol pergantian pemberi sambutan dan musisi. Pengaturan backstage dan crew yang terlibat. Pun bagaimana mekanisme pengaturan peliputan oleh media.

Menariknya dalam simulasi ini, bukan hanya sekedar berkegiatan saja. Gugus tugas COVID 19 Pemprov Bali pun terlibat mulai cek kesiapan hingga memberikan safety briefing sebelum acara. Pun tim show management yang dilibatkan kali ini cukup unik karena show director-nya yang juga salah satu anggota tim penyusun manual adalah seorang dokter ahli bedah yaitu dr.Ryandi Satrio,M.Biomed,Sp.B dan untuk panduan media peliputan tatanan adaptasi era baru juga melibatkan media dan wartawan senior.

Simulasi tersebut merujuk pada deklarasi program kepariwisataan dalam tatanan kehidupan Bali era baru dan digitalisasi pariwisata berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020) lalu. Juga untuk menyambut rencana pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara pada 11 September 2020 mendatang.(*)

Di Posting : 17 August 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga