Picu Kemacetan Aksi FRI-WP Di Protes Warga Malang Pribumi Dukung TNI/POLRI Tegas

Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Aksi  demontrasi mahasiswa papua yang tergabung di Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua ( FRI – WP ) yang sudah beberapa kali di gelar dibeberapa tempat di kota Malang menuai banyak hujatan.

Kemarin berlangsung hingga Senin 6/7 sore  FRI – WP  gelar demontrasi yang mengambil tempat di perempatan Institut Tehnik Negeri ( ITN ) jl. Veteran kota Malang.

Hingga kemacetan terjadi disemua ruas jalan di JMB, apalagi FRI – WP bisa 2 sampai 3 kali melakukan demo, hal tersebut menuai hujatan baik dari warga sekitar dan para pengguna jalan yang akan lintasi lokasi demo. Seperti apa yang diungkapkan oleh Gepeng hartono warga mbetek  yang buka usaha di jl. Sigura – gura ”sebetulnya warga disini sudah geram dengan demo yang dilakukan oleh mahasiswa papua, gara – gara demo mereka jalan disekitar di tutup oleh pihak keamanan. Hal ini tentunya berdampak pada berkurangnya pendapatan usaha saya, padahal jika demo mahasiswa yang lain tidak sampai mengganggu aktivitas kami ” bebernya.

Hal yang sama juga di utarakan oleh suroso sopir mikrolet ( angkot ) yang setiap harinya bolak – balik lewat perempatan ITN yang digunakan demo mahasiswa tersebut ,

”Demo lagi macet lagi sepi lagi yang naik angkot,  saya sangat tidak setuju dengan demo mereka, karena sangat berdampak pada sepinya penumpang. Selain itu sy harus berputar – putar mencari jalan, belum lagi kemacetan yang ditimbulkan oleh penutupan ruas jalan di sekitar area demo ” ujarya geram.

Dari pantauan awak media  dilokasi demontrasi, para mahasiswa sudah terlihat berkumpul pada pukul 10.00 wib. Hingga pukul 01.00 wib gelaran demo masih berlangsung dengan pengawalan ketat kepolisian dan TNI.

Dalam menjalankan mengamankan unjukrasa, tampak pihak keamanan sangat persuasif meski demo FRI – WP tidak berijin dan mengantongi ijin dari kepolisian.

Perlu diketahui, Harris Budi Kuncahyo Komando PRIBUMI yang alummi STAIN itu menambahkan kalau Malang Raya meliputi Kota dan Kabupaten serta Kota Batu adalah satu kesatuan dengan Sabang sampai Merauke dari Kedaulatan NKRI, maka Pemerintah Malang Raya tidak boleh membiarkan begitu saja.

“Membiarkan FRI-WP bergerak adalah meningkatkan volume perlawanan rakyat Bumi Arema terhadap oknum oknum Separatis yang mana jumlah warga Papua sekitar 1000 orang.

Kami PRIBUMI bangga kinerja TNI dan POLRI atas pengamanan Aksi Massa tanpa kekerasan beberapa bulan yang lalu.

“Era Pandemi COFID19 ini tidak layak dan bertentangan dengan universalitas kesehatan dan kemanusiaan, sehingga diduga kuat aksi tersebut adalah konspirasi internasional untuk menghancurkan NKRI.”papar mahasiswa Pasca Sarjana FISIP UMM itu panjang lebar.

Lanjutnya kalau Gerakan separatisme FRI-WP bertentangan dengan Sejarah Majapahit.

“Maka PRIBUMI menolak dan meminta aparat TNI POLRI untuk tidak ragu lagi dan membubarkan gerakan FRI-WP tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah sebab mereka saudara kita. Meskipun Pemerintah Malang Raya tidak tegas terhadap gerakan “tandasnya optimis.(*)

Editor: doddy rizky

Di Posting : 6 July 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga