BLK Wonojati Disarankan Bersinergi Dengan BUMD

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.COM – Dr. Sri Untari MAP, saat melakukan monitoring di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, di Singosari Malang, Jumat 12/6 kemarin,  menyarankan agar BLK Wonojati, untuk bersinergi dengan perusahaan atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di Jawa Timur.

“Saran saya adalah bersinergi, dengan cara ini, banyak yang bisa  dilakukan. Dengan memanfaatkan Corporate Sosial  Responbility (CSR), perusahan,”tutur Sri Untari.

BLK Wonojati ini,  kata dia  fokus pada tanaman agrobis, dan  pengolahan tanaman pangan. Yang menjadi keluhan BLK  adalah persoalan anggaran untuk pelatihan.

Karena seluruh anggaran saat ini dikonsentrasikan untuk recovery Covid 19. Anggaran sebesar Rp. 2,6 Trilyun, semuanya terkonsentrasi di penanganan Covid 19.

Makanya,  bekerjasama dengan BUMD menjadi sebuah keharusan. Cara ini, diyakini dia, bisa menyelesaikan persoalan pelatihan di BLK.

“Solusinya adalah, memanfaatkan CSR perusahaan, sehingga program-program yang sudah dirancang, bisa tetap berjalan, sesuai dengan protokol kesehatan”tuturnya.

Jadi pelatihan tetap harus dilakukan tetapi meminimalìsir adanya kontak fisik. Tetapi sebenarnya bagi BLK tidak ada masalah karena, sudah memiliki Mobil Trining Unit (MTU) untuk trining onthe spot.

MTU ini bisa datang ke peserta ini trobosan bagus. Sehingga para peserta tidak harus datang ke BLK. Ia berharab MTU menjadi solusi pelatihan bagi masyarakat disaat pendemi Covid 19.

“Nah harus dikembangkan dengan cara melibatkan peranan CSR  dari perusahaan. Apabila  angaran tidak mencukupi. Sekaligus MTU ini akan menjawab recoveri Covid 19 dari urusanekonomi, “sambungnya.

Ia meminta BLK Wonojayi, bisa kembali menyusun  program yang taktis dan bisa diimplementasikan. Apalagi di Malang Raya, banyak sekali SMK yang belum mempunyai, laboratorium yang memadai.

“Saya kira jalinan kerjasama  dengan SMK  juga perlu dilakukan, karena ini akan menjadi sinergi, yang bisa saling menguntungkan, kedua belah pihak,”urainya.

Pihaknya juga mengingatkan saat ini sudah muncul penomena  baru ribel. Manjemen go food akan mempunyai  dapur sediri. Tidak lagi melibatkan UMKM.

Dengan MTU bisa langsung memberikan pelatihan makanan  kepada para UMKM agar tidak  kehilangan pendapatan. Karena, ribel akan mengancam keberadaan UMKM makanan

“Yang harus kita lakukan  adalah suport untuk meningkatkan kualitas UMKM, melalui jejaring pemerintah,  agar tidak kehilangan pasar,”tuturnya.

Dibagian akhir kunjunganya, Sri Untari, menyarankan agar BLK Wonojati, memanfaatkan, lahan yang masih tersedia untuk ditanami tanaman pangan.

“Untuk membantu kelangkaan pangan lahan yang tersedia dan masih memungkinkan untuk ditanami bahan pangan,”pungkasnya.(*)

Di Posting : 12 June 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga