Kejari Kota Malang Bidik Dua Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kejoetangan Heritage dan BUMD, yang Penting Jangan Mandul di Tengah Jalan

Kategori : ,
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Ujang Supriyadi

MALANG PROKOTA.COM – Ditengah kendornya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menindaklanjuti kasus korupsi massal di Kota Malang, mendadak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menunjukkan kegarangannya pada tahun ini.

Jika tahun lalu, Kejari Kota Malang berhasil membongkar adanya praktek korupsi di Dishub Kota Malang terkait uang setoran parkir, kali ini Kejari Kota Malang tengah membidik dua kasus di lingkungan Pemkot Malang.

Pertama, Kejari sudah melakukan penyidikan terkait dugaan kasus mark up pembangunan batu andesit Kejoetangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang yang dianggarkan sekitar 1,6 M.

Pemeriksaan terhadap beberapa pihak yang dijadikan saksi pun sudah dilakukan oleh Kejari Kota Malang. Mulai dari dinas Pekerjaan Umum sampai dengan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Hanya saja sampai saat ini Kejari Kota Malang belum menetapkan adanya tersangka.

Kedua, Kejari juga tengah menyelidiki adanya dugaan korupsi di salah satu BUMD Kota Malang yang dicurigai merugikan uang negara sebesar Rp 2,5 M.

Langkah Kejari Kota Malang untuk menelusuri adanya dugaan kerugian uang negara harus diapresiasi.

Ini menunjukkan Kejari tidak mau kalah pamor dengan KPK terkait pemberantasan korupsi di Kota Malang yang beberapa tahun lalu berhasil membongkar skandal korupsi berjamaah soal perubahan APBD 2015 yang melibatkan mantan Wali Kota Malang H. M. Anton, Kepala dinas pekerjaan umum Jarot Edi Sulistyo dan hampir semua anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2018.

Sedangkan membidik dugaan penyimpangan atau korupsi yang dilakukan  salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkot Malang, Kejari tengah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (pulbaket).

“Satu minggu ke belakang, kami sedang melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terhadap salah satu BUMD di Kota Malang,” ungkap Kajari Kota Malang Andi Dharmawangsa melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ujang Supriyadi (10/6/2020)

Di Posting : 11 June 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga