Pandemi Covid 19, PAD Pemkot Malang Turun 20 Persen

Kategori : ,
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA COM – Selama pandemi COVID -19 Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang turun 20,78 persen sampai Juni 2020 ini.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Selasa (9/6/2020). Sutiaji mengatakan meski mengalami penurunan, masih relatif lebih baik dari asumsi yang diperkirakan diawal pandemi COVID-19 sejak Maret lalu.

Dimana waktu jtu, PAD diperkirakan bakal turun hingga 50 persen.

“Saya kira itu harus kita letakkan pada perspektif optimistis, khususnya memasuki masa-masa adatif bersama COVID-19,” ujar Sutiaji dalam rapat koordinasi bersama pimpinan perangkat daerah setempat di ruang sidang Balai Kota Malang, Jawa Timur.

Sutiaji mengatakan pemkot harus memutar roda ekonomi dan membangun pola kehidupan baru, yakni menyelaraskan langkah upaya memutus mata rantai covid dengan upaya-upaya menggerakkan simpul-simpul ekonomi yang ada di Kota Malang.

Ada dua sektor menurut Sutiaji yang bertahan dan menunjukkan tren positif selama masa pandemi COVID-19, yakni sektor perdagangan daring (e-commerce) dan produk makanan segar karena ada kenaikan permintaan dan transaksi tidak kurang dari 123 persen.

Mengakselerasi masa transisi dan masa adaptif COVID-19, kepada perangkat daerahnya, Sutiaji yang alumnus IAIN Malang yang juga pernah menggeluti bisnis shutle cock tersebut, menekankan agar mulai menggerakkan program kegiatan yang melibatkan partisipasi publik.

“Pada saat ini kita sudah tidak lagi jaga jarak sosial, yang kita tekankan adalah jaga jarak fisik, sehingga OPD jangan gamang apabila menggelar kegiatan yang melibatkan berbagai elemen, seperti gelar produk UMKM dan atau giat lain yang mampu menstimulus ekonomi daerah,” tegasnya.

Namun, lanjutnya, tetap dipedomani secara ketat dan penuh kedisiplinan prinsip-prinsip dasar protokol COVID-19, yakni harus menggunakan masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh, dipastikan panitia dan peserta dalam kondisi sehat (tidak lagi demam dan flu).

“Selain itu, harus mengatur jarak dengan benar, tersedia hand sanitizer secara memadai, tempat giat tersedia wastafel yang memadai, dan kapasitas ruangan tidak boleh lebih dari 50 persen,” kata Sutiaji yang didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Sekkota Malang Wasto. (*)

EDITOR : Agus Prasetyo

Di Posting : 9 June 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga