Kedapatan 12 Pengunjung Reaktif, Wajib Isolasi Mandiri, Cafe Nakoa Pun Harus Tutup Dua Minggu

Penulis : Doddi Risky
Kategori : ,
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.COM – Sikap tegas dilakukan Pemkot Malang dalam menekan penularan wabah COVID-19.

Setelah Tim Satgas menertibkan pengunjung Kafe Nakoa yang ada di Jalan Bondowoso Kota Malang, Sabtu malam (6 Juni 2020), kedapatan 12 pengunjung reaktif setelah dilakukan rapid rest.

Akibatnya, 12 pengunjung tersebut harus menjalani isolasi, demikian pula dengan Cafe Nakoa juga wajib tutup selama 14 hari kedepan.
“Kami tidak mau ambil resiko, 12 yang reaktif harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Termasuk juga cafenya,” ujar Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat dikonfirmasi awak media.

Sofyan Edi menegaskan, protokoler kesehatan perlu dilakukan secara disiplin. Ini wajib dilakukan di masa transisi New Normal dalam menekan penularan pandemi Corona. Jaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus.

“12 orang tersebut harus menjalani tes swab yang akan dilakukan Senin atau Selasa nanti. Ini untuk menentukan positif atau negatif Corona,” kata pria yang juga ketua DPD Golkar Kota Malang ini.

Untuk Cafe Nakoa harus Tutup 14 Hari
Sofyan Edi mengungkapkan pengelola kafe diinstruksikan untuk menutup kegiatan usahanya selama 14 hari ke depan. Karena masa inkubasi virus ini terjadi selama dua pekan. Penutupan usaha tersebut didasarkan pada Perwali yang sudah disahkan.
“Mereka harusnya sejak awal tanggap dan mendeteksi pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan sejak awal. Termasuk yang tidak menggunakan masker harus diingatkan,” kata mantan anggot DPRD Kota Malang ini.

Lanjut Politisi asal Partai Golkar itu menegaskan, pelaku usaha dalam bidang apapun harus disiplin menjalankan protokoler kesehatan di masa transisi New Normal.

Menurut dia, akan sangat sulit masuk dalam tahap new normal jika di masa transisi masyarakat masih membandel.

Pasalnya masa transisi di Malang Raya masih diperpanjang sepekan lagi hingga 14 Juni. Hal tersebut dikarenakan angka penularan di Malang Raya berada di angka 1,23 persen. Padahal, agar bisa masuk new normal ratenya harus berada di bawah angka 1 persen.

Oleh karenanya meminta agar pelaku usaha bisa mematuhi dan disiplin menjalankan protokoler kesehatan. Saat ini, aspek kesehatan menjadi prioritas utama agar bisa kembali menggerakkan perekonomian saat masa new normal bergulir.

“Seluruh pengusaha harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti penerapan physical distancing, penggunaan masker hingga tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Serta, bagi masyarakat yang reaktif, tetap melakukan karantina dan isolasi mandiri di rumahnya,” tandas dia. (*)

EDITOR : Agus Prasetyo

Di Posting : 7 June 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga