Server PPDB Online Ngadat, Walikota Malang Sutiaji Minta Maaf

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.COM – Ngadatnya server PPDB online membuat Dinas Pendidikan Kota Malang kelimpungan. Atas kejadian itu
Wali Kota Malang Sutiaji meminta maaf kepada publik. “Saya mobon maaf diluar kemampuan kita. Kita sudah ujicoba tiga kali, kalau sistem masalah, ini masalah semua,” ujar Sutiaji kepada awak media Selasa (2/6/2020).

Seperti diketahui puluhan orangtua dan wali yang akan mendaftarkan anaknya pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020).

Mereka berdesakan di kantor tersebut tanpa memperhatikan protokol kesehatan ditengah pandemi COVID 19.

Kehadiran mereka mempertanyakan ke Disdik kenapa PPDB online jalur zonasi yang dibuka mulai hari ini bermasalah. Akibatnya, seketika riuh karena Disdik tak bisa menjelaskan masalahnya.

Meski menggunakan masker, puluhan orang tua berkerumun di depan pagar gerbang Disdik Kota Malang tanpa saling jaga jarak seperti dianjurkan dalam protokol kesehatan Covid-19.

Dalam kesempatan itu, mereka rela antre saling berdekatan saat hendak masuk ke Disdik dengan membawa berkas dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran, KTP, hingga surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas turut mengecek suhu tubuh, menyemprotkan antiseptik ke tangan para orangtua siswa.

Setelah lewat pemeriksaan, para orangtua siswa diizinkan masuk. Tapi, petugas dari Disdik yang dibantu polisi tak bisa mencegah massa yang mayoritas ibu-ibu berkerumun, karena kalah jumlah.

Para orangtua siswa mengeluhkan tak bisa mengakses website PSBB dan alamat rumahnya di titik GPS website PPDB ikut bergeser.

“Jadi titik rumah saya di website itu berubah, rumahnya di Dinoyo, tapi titiknya di Buring, otomatis kan tidak bisa mengakses sekolah yang dekat rumah,” keluh Nur Huda, yang ingin mendaftarkan dua anaknya ke SD dan SMP.

Huda menceritakan dirinya sempat datang ke SDN Dinoyo 2 dan SMPN 13, sekolah yang dia ingin daftarkan anaknya, tapi pihak sekolah menolak.

“Tadi ke sekolah tapi katanya disuruh langsung ke sini (Kantor Disdik), karena berkaitan dengan server yang bermasalah, sekolah tidak mau ikut campur. Tapi sesampainya di sini disuruh menunggu belum ada kejelasan,” beber Huda.

Pria yang tinggal di Kelurahan Dinoyo ini sempat mencoba mengakses pendaftaran di website PPDB sejak Selasa pagi, akan tetapi selalu gagal.

Tapi, sesampai di Disdik, para orangtua siswa malah disuruh balik ke sekolah lagi dengan alasan server PPDB online sudah lancar lagi.

“Bapak ibu silakan langsung ke sekolah yang dituju masing-masing nanti di sana akan dibantu dilayani. Pak wali (kota), kadis, dan saya sudah perintahkan untuk layani,” kata totok menenangkan masyarakat.

“Sekarang sudah berjalan lancar, menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di Dispendukcapil. Sekarang sudah sinkron,” tandas dia. (*)

EDITOR : Agus Prasetyo

 

Di Posting : 2 June 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga