PSBB Berakhir, Gubernur Jatim Ingatkan Tiga Pimpinan Daerah Malang Siapkan Lumbung Pangan di Masa Transisi “New Normal”

Kategori : ,
Penulis : Muhammad
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.COM – PSBB di Malang Raya sudah dipastikan berakhir hari ini (30/5/2020). Selanjutnya warga Malang Raya akan beralih untuk menjalani transisi menuju New Normal (kehidupan baru).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan transisi berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya bukan berarti relaksasi yang bebas.

Transisi menuju new normal setelah PSBB Malang Raya ini bukan berarti relaksasi seluas-luasnya. “Ada panduan hidup sehat yang harus dilakukan masyarakat untuk bebas dari Covid 19. Karena vaksin Covid-19 belum ada, vaksinnya ya kedisiplinan kita,” ujar Khofifah kepada awak media beberapa waktu lalu.

Khofifah mengatakan ada empat gugus yang sudah disiapkan Pemda Malang Raya saat transisi pasca PSBB.

Adapun gugus satu adalah terus mengaktifkan check point, contact tracing, dan pembatasan kontak.

Kemudian pada gugus dua yakni terus ada upaya disinfeksi dan sterilisasi.

Lalu pada gugus tiga tetap menyiagakan dapur umum, lumbung pangan, bantuan sembako, dan bansos serta pada gugus empat kesiapan ketersediaan bed, ruang isolasi, dan tes PCR.

Khofifah menegaskan Pemprov Jatim dan tiga pimpinan daerah Malang Raya memutuskan untuk mengakhiri PSBB sampai 30 Mei 2020.

PSBB yang hanya sekali dilakukan itu sudah sesuai dengan 6 faktor yakni pesebaran kasus Covid-19 yang terkontrol, kapasitas layanan kesehatan (tes, isolasi dan tracing) yang cukup, penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan kegotongroyongan warga untuk menekan penyebaran kasus.

Kesiapan transisi ini juga dibarengi dengan adanya 290 kampung tangguh yang terus siaga mencatat keluar masuknya warga serta ada 61 pasar tradisional sudah menerapkan ganjil genap. “Fakta di lapangan inilah yang membuat PSBB di Malang Raya hanya sekali. Semoga kedisiplinan warga untuk hidup sehat dalam transisi new normal bisa terus ditingkatkan,” tandas mantan Mensos RI ini.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, jumlah kasus positif di Kabupaten Malang hingga 27 Mei 2020 mencapai 74 orang atau hanya ada penambahan 2 orang pada periode tersebut dengan tingkat kesembuhan 25 orang dan meninggal dunia 10 orang.

Sementara di Kota Malang ada 41 orang positif atau ada penambahan 6 orang pada hari ini, lalu sembuh 17 orang dan 1 orang meninggal. Sedangkan di Kota Batu total kasus ada 12 orang dan tidak ada penambahan kasus baru. Dari 12 orang itu sebanyak 2 orang telah sembuh dan 1 orang meninggal dunia. (*)

EDITOR : Agus Prasetyo

Di Posting : 30 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga