Pengakuan Wahyu Hansudi WNI Di London Sembuh dari Gejalah Covid-19, Diungkap Doktor UM

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com– Nurrudin Hadi Doktor Universitas Negeri Malang lewat Diens Channel kembali sajikan jujur blak- blakkan dalam Bingkai Bincang Santai bersama Wahyu Hansudi WNI di London yang Sembuh dari Gejala Covid-19.

Yang disajikan lewat penuturan dibawah ini secara lugas.

Awalnya ada tamu dari Indonesia sekitar 32 orang, jadi saya mengantarkan keliling UK, saat itu covid sudah ramai dibicarakan, namun saat itu belum begitu ketat jadi himbauan memakai masker masih longgar belum seperti sekarang. Rombongan itu seminggu berada disini, kemudian 2 hari 1 malam ke Dubai, baru mereka pulang ke Indonesia

Seminggu berikutnya saya dapat informasi dari salah satu teman saya yang ikut rombongan tersebut kalo salah satu orang di rombongan itu meninggal. Katanya saat berada di Indonesia dia mengalami demam kemudian 5-6 hari mengalami batuk-batuk dan kemudian meninggal dunia.

“Ini karena apa sebabnya wallahu a’lam, karena dulu sudah di tes namun hasilnya belum keluar, dan anggota rombongan yang di tes juga hasilnya negatif. Setelah mendengar berita itu, beberapa hari kemudian saya sendiri kena demam selama 10 hari.

Dan saya sekeluarga sudah isolasi mandiri total selama 3 minggu. Saat 10 hari demam itu, malamnya diiringi dengan keringat jadi tiap bangun pagi tubuh saya basah kuyup dengan keringat. Disini kalo demam di anjurkan minum paracetamol, jadi nggak minum antibiotik.

Lalu saya melaporkan dengan pihak online sebutannya “satgas” kalo di indonesia. Saya di pandu di awasi perkembangannya oleh mereka. Saya juga membaca testimoni² yang sebelumnya kena covid 19. Dari riset literatur yang saya temukan salah satunya kita harus mengonsumsi vit.C vit.D vit.E .

Saya minum Curcumin dalam bentuk kapsul, jadi itu ekstrak kunyit, kemudian jeruk nipis di campur madu, dan juga banyak minum air putih karena banyak cairan yang keluar dari keringat. Jadi saya air putih itu habis 3 – 4 lt per hari nya.

Selama 3 minggu itu gejala lainnya kita akan kehilangan indra penciuman dan perasa. Jadi saat istri saya masak yang tercium hanya bau asap bukan bau makanannya, walaupun masak soto dll tetep bau nya bau asap.

Saya mengisolasi diri di kamar dan meminimalisir kontak antara saya dengan keluarga. Dan alhamdulillah Covid ini bisa sembuh.

Himbauan saya kepada masyarakat terutama teman² saya di indonesia, penyakit Covid ini jangan di jadikan aib,

mungkin ini yang jadi akar permasalahan di indonesia.

Jadi misal ada yang kena gejala karena takut dianggap aib dan dihakimi oleh tetangga dll akhirnya tidak periksa dan di tutup tutupi dari masyarakat. Jadi sebisa mungkin jangan jadikan orang yang kena Covid sebagai aib. Sebenarnya ini cuma penyakit yang bisa sembuh. ” urai teman lama Doktor Nurrudin Hadi alumni STIBA Malang yang sudah 15 tahun tinggal di London itu berharap diakhir bincang santai itu bisa jadi motivasi warga Malang, Propinsi Jatim dan Indonesia. (*)

Di Posting : 28 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga