Wali Kota Malang, Sutiaji : Kami Optimis PSBB Satu Putaran Saja

Kategori : ,
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menggelar halal bi halal seacara virtual untuk mengisi hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran.

Di hari pertama kerja itulah, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Malang langsung menggelar silahturahim secara online.

Bahkan dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang Sutiaji kembali menyampaikan perihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pandemi Covid-19 yang sudah dilakukan sejak 17 Mei lalu.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji menegaskan kebijakan baru dan mengambil sikap bahwa PSBB Malang Raya hanya cukup satu putaran saja.

“Optimisme kita adalah yang sembuh semakin banyak, PDP sehat juga terus bertambah. Ini jadi pertimbangan PSBB cukup sekali saja,” ujar Sutiaji, Selasa (26/5/2020) dihadapan awak media balaikota Malang ini.

Pasca PSBB, kata Sutiaji bahwa Kota Malang akan memasuki ‘New Normal’.
Di mana spirit dan roh yang dibangun oleh Pemkot Malang akan beradaptasi pada kondisi masa pandemi Covid-19.

Pria kelahiran Lamongan itu menyebutkan ada empat langkah kebijakan Pemkot Malang yang akan dilakukan pasca pemberlakuan PSBB Malang Raya.

Kebijakan tersebut yang pertama ialah menyiapkan the new normal life (penyusunan SOP hidup sehat dan protokol Covid-19 pasca PSBB).

Kedua, menyiapkan RSUD sebagai rumah sakit darurat dan rumah isolasi untuk PDP ringan di Jalan Kawi,

Ketiga, melakukan pemantauan penyakit kronis (data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan).

Dan keempat, paket kebijakan stimulus ekonomi (merumuskan kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat).

“Pandemi Covid-19 bukan masalah sektoral. Artinya semua perangkat daerah terlibat semuanya. Maka saya minta saling mengisi dan menguatkan, termasuk memahami atas anggaran anggaran yang terfocusing dan terealokasi,” tutur mantan wakil walikota Malang ini.

Kebijakan baru tersebut juga telah ditopang oleh Sutiaji melalui perkembangan lima strategi percepatan.

Di mana strategi tersebut di antaranya meliputi, Malber (Malang berbagi), penguatan pentha helix selama masa Covid-19.

Maldis (Malang digital service), mendorong layanan berbasis on line dan mengurangi potensi berkumpul.
Malherb (Malang Herbal), pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat.

Malpro (Malang Beli Produk Lokal), mendorong penguatan ekonomi dan UMKM Lokal.

Dan Malba (Malang Bahagia), kampanye digital gaya hidup sehat dan memfasilitasi program hiburan lokal serta penyediaan layanan psikologi.
“Kebijakan baru itu harus ada yang menopang dan sekarang ini sedang kita susun protokolnya,” tandas dia. (*)

EDITOR : Agus Prasetyo

 

Di Posting : 26 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga