Kuliah Daring Etika Profesi Komunikasi UMM Bisa Jadi Percontohan

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Kuliah daring, kuliah ditengah Pandemi Covid-19 tersebut  diharapkan bisa memutus rantai penyebaran corona. Termasuk program kuliah tamupun bisa dilakukan. Kuliah daring memberi peluang tersendiri bagi dosen untuk mengundang pihak luar untuk sharing di kelas. Seperti perkuliahan Etika Profesi Komunikasi di Prodi Ilmu Komunikasi UMM.

Hal ini terwujud saat dosen Etika Profesi mengundang alumni yang dinilai memiliki pergulatan etika profesi sepajang karirnya di tiga perusahaan multi nasional dan internasional untuk sharing dengan mahasiswa.

Dilakukan dengan daring, Bunga Asmara alumni IKOM, FISIP, UMM angkatan 2002 menceritakan kisahnya, mulai dari saat menempuh S1 dalam waktu 3.7 tahun, mendapatkan pekerjaan pertama hingga job description nya sekarang di PT. Volvo Indonesia.

“….karena adanya komitmen dengan pemberi beasiswa saat itu bahwa penerima beasiswa harus pulang dan berkonstribusi di daerah asal setidaknya selama 10 tahun, maka sayapun pulang ke Balikpapan dan memulai bekerja di daerah sana.” Kata Bunga mengawali kisah.

Pekerjaan pertamanya adalah di Petroconas A Freight Forwarding Company, sebuah perusahaan logistic. Terakhir jabatan Bunga adalah Marketing Manager yang diraihnya dalam waktu enam bulan sejak awal bekerja. Tiga tahun di Petroconas, Bunga pindah di perusahaan milik Australia, Weir Minerals Indonesia – Specialise in servicing the Indonesia mining sector and the manufacture of Multiflo dewatering pumps selama tiga tahun. Kini sudah enam tahun Bunga bekerja di PT Volvo Indonesia – Service Market Logistics.

Lebih jauh Bunga menceritakan kejujuran terhadap kemampuannya pada perusahaan itu sering menyelamatkan dirinya. “Saat wawancara pertama, saya bilang dengan jujur bahwa saya baru mempelajari perusahaan tsb.dan belum tahu apa yang bisa dilakukan untuk perusahaan. Ketika saya ditanya apa yang bisa kamu lakukan dari studimu? Saya bilang dengan mantab, saya bisa membuat company profile. Eh, ternyata saya diterima dan pekerjaan pertama saya diminta membuat company profile.” Cerita Bunga.

“Saat itu saya harus jujur sebab khawatir jika mengaku bisa ini itu, malah ternyata hasilnya buruk. Akhirnya saya kerjakan itu dengan sungguh-sungguh setelah sebelumnya saya mengekplore apa yang diinginkan perusahaan. Disini juga bersinggungan dengan skill yach. Memiliki skill juga penting karena itu menguatkan kejujuran kita.”

Setelah itu ternyata semua urusan pengadaan merchandise perusahaan dipercayakan pada Bunga Hingga dalam kurun waktu 6 bulan bekerja, Bunga dipercaya sebagai Marketing Manager. Ketika ada pertanyaan, bagaimana menghadapi tim yang tentu anggotanya lebih senior? Bunga membagi tips, “Respect…” Jawabnya. Meskipun pada akhirya Bunga berpindah ke perusahaan lain, hubungan dan komunikasi dengan perusahaan lama selalu terjaga baik.

Etika Profesi yang lainnya adalah tanggung jawab, “Ya, ketika kita diberi tugas, harus dikerjakan hingga tuntas atau selesai.” Papar Bunga. Meninggalkan kesan buruk pada perusahaan lama karena kita tidak menyelesaikan tugas hingga tuntas itu membawa efek words of mouth. Bunga mengingatkan, “Antar HRD perusahaan itu saling berkomunikasi, sehingga ketika kita ingin pindah dari perusahaan satu ke yang lainnya itu mereka akan mencari rekam jejak kita di perusahaan lama.”

Dr. Frida Kusumastuti, M.Si dosen Etika Profesi Komunikasi yang memimpin sharing menuturkan sengaja mengundang Bunga Asmara karena mengamati Bunga sejak masa kuliah. “Kami pernah satu tim dalam sebuah pekerjaan saat Bunga masih semester 6. Pada kesempatan itu saya melihat Bunga memiliki jiwa kepemimpnan dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan padanya. Dan lalu kami saling menjaga kontak hingga saat ini. Makanya saya lumayan mengikuti perjalanan karirnya maupun sedikit kehidupan keluarganya. Jadi saya rasa tepat Bunga diundang sharing di kuliah Etika Profesi.” Aku Frida Kusumastuti yang juga pembimbing skripsi Bunga. Sharing ini diselenggarakan karena Frida berharap mahasiswa bisa mendapatkan contoh penerapan Etika Profesi dalam dunia kerja secara riil. “Dan mahasiswa perlu mendapat model yang sukses dalam bekerja dengan menerapkan etika tsb.” Pungkasnya.

Syaiful Shofi salah satu peserta kuliah sekaligus host acara ini mengatakan sharing ini bermanfaat. Begitu pula Alifian Rispana menuturkan, “Alhamdulillah bu, sangat bermanfaat. Saya pribadi perlu pandangan tentang bagaimana di dunia kerja dan sharing tadi sangat membantu. Sering-sering ya bu mendatangkan alumni yang menginspirasi.”
Peserta lainnya, Nanda mengatakan, “Alhamdulillah. saya belajar juga bagaimana penerapan terkait poin-poin etika yang biasa dibahas ketika di kelas, utamanya poin kejujuran.” Senada dengan Nanda, Rachmawati Bachrudin menambahkan, “Iya…apalagi membahas tentang pengalaman mba Bunga dalam dunia pekerjaan dari satu perusahan ke perusahaan yang lain dan bagaimana mba Bunga sendiri menerapin poin-poin etika prof di pekerjaanya sendiri.”(*)

Di Posting : 19 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga