Camat Dau Ikut Telusuri Jejak Site Plan, LSM LPADI Tuntut Kades Kalisongo Tutup Akses Perumahan ke TPST

Kategori : ,
Penulis : Agus Prasetyo
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

 

HARUS DITUTUP : Akses jalan ini yang membuat banyak pihak curiga fasum perumahan Austinville nebeng dilahan Tanah Kas Desa Kalisongo

MALANG PROKOTA.Com – Pihak kecamatan Dau, Kabupaten Malang nampaknya gerah juga terkait pemberitaan polemik pembangunan masjid diatas Tanah Kas Desa (TKD) Desa Kalisongo. Sebab hal itu rawan terjadi klaim TKD Desa Kalisongo masuk menjadi fasum perumahan Austinville.

Indikasi ini menguat lantaran tidak ada pagar pembatas antara lahan perumahan Austinville dengan TKD yang sudah dibangunkan masjid oleh pengembang. Justru sebaliknya dibuatkan akses masuk yang kondisi jalannya sama dengan area perumahan. Sehingga memberikan kesan lokasi masjid diatas TKD menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perumahan.

Untuk memastikan itu, pihak kecamatan juga akan melakukan menelusuri kepastian legalitas tanah tersebut untuk memastikan bahwa TKD tidak sampai diserobot oleh pengembang. “Kami sudah ketemu dengan kades Kalisongo (Siswanto). Minimal kami sudah mendengar kronologi  awal pembangunan masjid tersebut diatas TKD,” ujar Camat Dau, Eko M kepada PROKOTA.Com.

Bahkan untuk memberikan kepastian akan TKD Desa Kalisongo tersebut, kata Eko, pihaknya akan melacak keberadaan site plan perumahan. Karena dari site plan tersebut sudah langsung ketahuan, apakah keberadaan masjid yang dibangun diatas TKD masuk di site plan atau tidak. “Kalau dimasukkan di site plan ya berarti fasumnya perumahan numpang diatas TKD. Ini yang tidak boleh,” beber Eko.

Hanya saja. untuk menghindari adanya kejanggalan adanya dugaan fasum perumahan numpang di TKD, lanjut Eko, harusnya ada pagar pembatas antara lahan TKD dan lahan perumahan Austinville. Keberadaan pagar ini menjadi penting untuk memastikan lahan TKD aman dari aksi penyerobotan lahan dari pihak manapun.

Terpisah Direktur LSM Lembaga Pemantau Aset Desa Independent Herman Tri menegaskan timnya sudah bergerak untuk memantau keberadaan site plan dan legalitas tanah kas desa.

Mengingat kondisi di lapangan hasil penelusuran tim pencari fakta, keberadaan TKD rawan diserobot menjadi fasum perumahan lantaran ada akses masuk ke lokasi masjid yang dibangun pihak pengembang. Terlebih jalan masuk pavingnya juga sama dengan yang dibangun di area perumahan Austinville. “Selain kami memburu keberadaan site plan, kami juga akan lacak keberadaan Legalitas TKD, karena kabarnya tanah tersebut sempat ada Ruislag,” tandas pria asal Kepanjen ini.

Tak hanya itu, LPADI juga meminta kepada perangkat kecamatan dan desa segera membangun tembok yang memisahkan antara lahan perumahan dengan TKD. “Jika tidak ditembok rawan diklaim TKD jadi fasum,” tandas dia. (*)

 

Di Posting : 12 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga