Buta PSBB Dan Bansos, Puluhan Sopir Angkot Gruduk Balkot

Penulis : Doddi Risky
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Pagi kemarin tak biasanya sopir angkot berjejer di depan gedung dewan hingga Balai Kota Malang. Aksi puluhan sopir angkutan kota (angkot) gruduk Kantor Walikota di Balai Kota Malang itu ternyata menanyakan kejelasan bantuan sosial (bansos) yang bakal diterima imbas pandemi virus corona (Covid-19).

Kehadiran mereka sesaat tiba di Kantor Balai Kota Malang sejak pukul 09.00 WIB nampak menarik perhatian pengendara yang melibtas diKantor yang nomer satu, dua dan tiga di Kota Malang mesti tak banyak sebelum Pandemi. Puluhan mobil angkot mereka diparkir di jalan kawasan Bundaran Tugu Malang, sehingga setengah badan jalan pun dipenuhi angkot.

Keingin tahuan para sopir angkot itu sehingga perlu melakukan audiensi pertemuan dengan pihak Pemkot Malang untuk kejelasan nasib mereka di tengah pandemi corona, apalagi dua tiga hari kedepan nantinya Malang Raya juga berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Keingin tahuan mereka tak bertepuk sebelah tangan, terbukti ditemui langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Malang Wasto, hingga Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto.

“Perlu kami beritahukan kalau sudah dua bulan lalu, kurang lebih 15 Maret 2020, dampak Covid-19 terutama transportasi terpukul sekali. Semenjak hari ini hampir dua bulan, terutama masalah bantuan yang disalurkan lewat pemerintah pusat, provinsi, dan pemda, belum ada kejelasan,” ungkap Ketua Organda Kota Malang, Rudi Soesamto membuka audiensi di Kantor Balai Kota Malang, Senin (11/5/2020).

Rudi mewakili segenap para pengemudi yang menanyakan nasib bansos berikut mekanisme yang dinilainya cukup membingungkan.

Tak hanya itu, para sopir angkot ini juga memastikan nasib PSBB Malang Raya yang akan segera diajukan kepada pemerintah provinsi (pemprov).

“Kami juga ingin menanyakan mekanisme penerapan PSBB di Malang. Apakah nanti teknisnya sama dengan kota lainnya seperti di Surabaya atau Jakarta, karena belum ada sosialisasi terkait Psbb yang kabarnya tinggal selangkah lagi, tapi adem ayem pihsk terkait yang membuat kami wong cilik pusing dan juga panik, karena gak ada kejelasan” paparnya bernada tanya.

Sementara itu, ada ungkapan jujur dari salah seorang sopir angkot, sebut aja agus waloyo sopir jalur barat yang mengaku hanya bisa mengikuti langkah pemerintah untuk mengajukan PSBB meski dirinya sudah hampir dua bulan tak ada pendapatan.

“Yang utama kapan kami dapat bantuan sosial padahal sudah lakukan penyetoran data, jangan kami dibuat pusing memikirkan nasib tak boleh jerja dan hanya diam dirumah, bagaimana makan dsn minumnya keluarga belim lagi bayar angsuran koprasi, lah ini kok PSBB akan diberlakukan, kami memang belum dapat bansos dari pemerintah. hanya dari relawan gerakan kemanusiaan, meski sedikit tapi cukup membantu, termasuk adanya penyemprotan disinfektant gratis juga dari satgas melawan covid-19. jujur kalau melihat informasi yang beredar saya pribadi takut tertular corona itu. Makanya kami ingin kejelasan dari Pemkot terkait bansos dan PSBB,”ungkapnya jujur(*)

Di Posting : 11 Mei 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga