Walikota Malang Menegaskan PSBB Kegiatan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Akan Tetap Berjalan

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya telah direstui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam waktu dekat, dokumen pengajuan PSBB Malang Raya akan segera diluncurkan ke Kementerian Kesehatan setelah Kabupaten Malang dan Kota Batu memenuhi beberapa dokumen yang diperlukan.

Merespon hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, Kota Malang telah siap sejak awal dengan pengajuan PSBB. Mengingat jumlah pasien positif serta Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah.

“Kami dari awal sudah siap, nanti tinggal penyempuraan saja,” katanya saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020).

Diakuinya ada beberapa hal yang akan disempurnakan itu menurutnya berkaitan dengan Peraturan Wali Kota Malang saat PSBB telah dilaksanakan. Di antaranya seperti pemberlakukan sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

“Dan di sini memang butuh peran dari masyarakat. Masyarakat harus disiplin,” tegasnya berharap.

Bahkan lanjut Sutiaji jika Pemerintah Kota Malang telah siap dengan semua aspek. Mulai dari kebutuhan pangan hingga aspek keamanan. Anggaran yang disiapkan untuk PSBB sendiri telah tercantum dalam penanganan pandemi covid-19 dengan jumlah mencapai Rp 104 Miliar.

“Termasuk keamanan dari TNI/Polri telah siap semua,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan jika PSBB yang bersifat Malang Raya tersebut akan mencakup wilayah yang lebih luas. Sehingga, masyarakat Kabupaten Malang ataupun Kota Batu dapat memasuki Kota Malang sesuai dengan aturan yang akan ditetapkan nantinya.

Diantaranya yang bakal diterapkan, salah satunya misal ada warga yang berasal dari luar Malang Raya akan mendapat pemeriksaan khusus, seperti tujuan hingga keperluan datang ke Malang Raya di masing-masing check point.

Selain itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dijelaskan jika setiap kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya akan tetap berjalan.

“Namun memang harus sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Seperti pada perusahaan dan kantor swasta misalnya, tetap diperbolehkan beroperasi dengan jumlah minimum karyawan dalam upaya pencegahan covid-19.

“Penerapan PSBB nantinya diharapkan Sutiaji dapat berjalan selama 14 hari saja. Karena Malang Raya diharapkan dapat belajar dari Surabaya Raya yang terlebih dulu menerapkan PSBB. “Belajar dari Surabaya Raya, Insya Allah kami detailkan lagi terkait kedisiplinan dan punishment,” tegasnya.(riz/hms)

Di Posting : 9 May 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga