Wartawan Harus Berkontribusi Positif Dalam Membangun Bangsa

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timut Dr. Sri Untari M.AP, disela-sela menghadiri Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di tahun 2020 dan hari ulang tahun (HUT) ke 74, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di Panti Asuhan Babussalam, Minggu 9/2 menyampaikan bahwa wartawan dan media masa harus mampu berkontribusi positip dalam membangun bangsa.

Menurut Sri Untari dengan memberikan kontribusi postif, pada pembangunan bangsa maka menandakan jika media semakin, profesional dan keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat luas.

“Dalam Pada usia ke-74 ,  diharapkan mampu berkontribusi positif dalam pengembangan bangsa dan negara. Saya kira diusia ini media sangat matang dan bijaksana,” tutur  Sri Untari,.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu, melalui peringatan HPN ini saatnya semua pihak membangun harmonisasi antara media, Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat. Ini sangat penting dan mendasar, agar dapat menjaga keutuhan Indonesia Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam situasi seperti sekarang ini, harmonisasi semua pihak itu,menjadi keharusan, agar  dalam situasi global seperti sekarang ini, kita tetap kokoh bersatu, untuk mencapai, kemakmuran bangsa,”tegas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu berharap.

Ia menambahkan,  bersama-sama bersinergi, semua elemen masyarakat, menjadi keinginan bersama  agar Indonesia kuat menghadapi era seperti sekarang ini.

Jika sinergitas terjalin dengan baik, lanjut Wanita yang juga ketua Umum Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang ini, situasi negara dapat terjaga. Ia mencontohkan, seperti di Negara Belanda, disana (Belanda, red) keberadaan napi di penjara saat ini sudah habis (kosong) karena pemerintah sukses melakukan pendekatan humanistik.

“Di Belanda Lapas hampir tutup, karena napinya habis. Banyak napi yang akhirnya insaf dan tobat. Jika pendekatan tepat, masyarakat dan media menjadi motivasi dan mendorong semua pihak berbuat baik, maka kondisi tersebut tidak mustahil bisa terjadi di Indonesia,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya  berharap, media tidak terlalu mengekspos berita negatif, semisal begal dan pemerkosaan, tidak blow-up besar-besaran, atau diambil dari lain, dengan cara mengurangi bahasa-bahasa yang bombastis.

“Saya berharap  yang positif-positif atau keberhasilan juga disajikan dengan menarik kepada masyarakat. Akan lebih tepat lagi jika  media yang bersifat motivasi, dan edukatif kepada masyarakat,”imbuhnya.

Pihaknya berharap media masa  tidak over memuat berita seperti begal dan pemerkosaan. Karena ini menimbulkan dampak trauma di masyarakat. “Termasuk saya pribadi menjadi takut akan keselamatan anak perempuan mau pergi ke mana jadi khawatir terjadi sesuatu. Makanya Jadilah media yang bisa menjadi kontributor yang baik bagi urusan pengembangan negara dalam menjaga, dan beri sumbangsih positif konstruktif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Sementara itu, rangkaian kegiatan HUT PWI ke 74, di Malang diperingati dengan melakukan santunan kepada 70 anak Yatim, dan pembagian sembako kepada para duafa, yang dirangkai dengan Tahtimur Quran dan Ziarah ke makam tokoh Pers di Malang. PWI juga merencanakan mengelar hiburan pada tanggal 4 maret mendatang.(*)

Di Posting : 9 February 2020

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga