DLH Mantafkan GNPDAS Mentri LHK Dengan Jumat Bersih Sungai  Bebas  Sampah

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.com – All outnya jajaran DLH kota Malang menggelar program 3 bulan bersih dan bebas sampah di12 titik sungai besar dan 9 titik sungai kecil tak terkecuali selokan di 5 wilayah kecamatan Kota Malang itu bersih selama musim kemarau hingga hujan tiba diharapkan tak menyebabkan banjir atau genangan.

Hal itu diungkapkan kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Malang, dra Rinawati.MM disela- sela dampingi Walikota berikan pengajian pada713 AsN kalangan DLH yang digelar di Gor Ken Arok Jumat 6/12.

“Kami meneruskan program yang sudah ada dari pimpinan terdahulu yakni program jumat bersih hingga ada program 3 bulan bersih sampah di sungai hingga diperpanjang berapa kali hingga akhir tahun karena efektif untuk penyembuhan, juga pencegahan untuk tak membuang ssmpah seennskk dari budaya buang sampah ke sungai seenaknya .itu telah ditingkatkan dengan 2-3 hari sekali bersih bersih sungai dan selokan itu sudah membuahkan hasil, terbukti mendapat apresiasi dari kementrian LHK saat pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai di Batu lalu

Perlu diketahui bahwa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, mengapresiasi beberapa capaian yang telah dilakukan oleh masyarakat di Jawa Timur. Siti Nurbaya mengungkapkan, bahwa di Jawa Timur ini memiliki keunggulan tersendiri. Salah satunya mempunyai penduduk yang memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan dan alam sekitarnya.

“Saya sangat apresiasi sekali kepada penduduk Jawa timur ini karena memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan alam sekitarnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan terbentuknya beberapa komunitas di Jawa Timur yang peduli lingkungan, khususnya di kawasan DAS. Seperti Kota Batu yang memiliki komunitas Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli),” ujar Siti Nurbaya saat hadir dalam puncak acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2019.

Dikatakannya lebih jauh, bahwa pihaknya selalu menggalakkan dan mengarahkan masyarakat untuk semangat dalam pemulihan hutan dengan cara menanam pohon. Namun khusus untuk di Jawa Timur, menaman pohon sudah seperti sebuah kewajiban, karena di Jawa Timur merupakan salah satu penghasil kayu terbanyak di indonesia.

“Bukti bahwa masyarakat di Jawa Timur ini selalu menjaga lingkungan dengan baik khususnya di kawasan DAS dan hutan yaitu  dengan pesatnya perkembangan industri kayu di Jawa Timur. Dalam kurun waktu satu tahun saja, tidak tanggung tanggung di kawasan Jawa Timur ini bisa menghasilkan sebanyak 1 juta kubik kayu dari 3 juta pohon tanpa merusak keasrian dan kelestarian hutan itu sendiri,” jelas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, Kamis (5/12/2019).

Diacara GNPDAS yang digelar di Area Model Konservasi dan Edukasi (AMKE) kawasan Jalur Lintas Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Siti juga menjelaskan, bahwa selain kayu, beberapa buah dan umbi-umbian juga berkembang pesat di Jawa Timur sehingga masyarakat Jawa Timur pantas diberikan julukan sebagai penggerak penjaga lingkungan hidup.

”Dengan dibukanya GN PDAS di Kota Batu ini,  kedepannya diharapkan masyarakat Jawa Timur khususnya, di Kota Batu bisa semakin semangat dalam menjaga keberlangsungan hidup. Baik itu di kawasan DAS dan maupun Hutan,” pungkasnya berharap.(*)

Di Posting : 6 December 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga