Giliran Balikpapan dan Palembang Timba Ilmu Pengolahan Sampah Di DLH Kota Malang

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Sejak masuk bulan November Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dibanjiri kunjungan kerja dari kota dan kabupaten luar kota Malang.

Tak terkecuali rombongan investor dari Eropa tergelitik untuk investasi ke Bhumi Arema.

Kasie Penata Lingkungan DLH Kota Malang Budi Santoso yang kemarin secara marathon didapuk menerima kunjungan dari rombongan bidang kebersihan lingkungan hidup dan pengolahan Limbah B3 kab Paser Propinsi Kalimantan dan Kota Palembang untuk studi Tiru ke Bidang Penata Lingkungan DLH Kota Malang .

” Gak salah bila kota dan kabupaten lain diluar Propinsi Jatim studi Tiru ke DKH kota Malang yang bukan rahasia umum lagi tentang prestasi dan keunggulan dalam pengelolaan dan penata lingkungan Hidup dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan pengusaha Mancanegarapun berebut tawarkan produknya ke DLH kota Malang, “ungkap Budi yang mengaku sudah tahunan berada di jajaran Penata Lingkungan DLH kota itu bangga.

Hal senada juga diamini Kasie Penata Lingkunga lainnya Rudiarso yang tak kenal lelah mendampingi Plt Upt TPA Supit Urang untuk melayani rombongan kunker daerah lain ,” alhamdulilah kami tetap semangat lakukan tugas sesuai tupoksi meski jadwal tiap hari sangat padat , insha allah berbagi ilmu dipenata Lingkungan Hidup ke daerah lain jadi makin mewujudkan harapan pemerintah menuju Indonesua bersih sampah plastik 2025 makin nyata,” tandasnya sambil terus berikan penjelasan pada rombongan.

Seperti yang diberitakan bahwa All outnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dalam mendulang prestasi sebagai Kota Adipura Kencana ,Kota  Proklim , kota  Adiwiyata maupun kota penyandang Anugerah  kota Penata dan  pengelolah sampah terbaik  Nasional versi  KLHK   tahun lalu itu bukanisapan jempol bila  jadi jujukan  study banding atau tiru maupun sasaran  Investor dalam negeri maupun Mancanegara,bahkan kemarin dikunjungi investor dari Eropah ,
“Sampah menjadi bernilai bila dikelola dengan bijak serta melibatkan semua elemen masyarakat. Pada zaman dahulu, sampah hanya dikumpul, diangkut, lalu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang akhirnya menumpuk dan berbahaya bagi lingkungan. Namun, kini, komunitas masyarakat peduli sampah terus tumbuh berkembang di berbagai kota dan mampu memanfaatkan sampah melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) sehingga memperoleh manfaat ekonomi sirkular,” tutur Tri Santoso Plt Upt TPA diseka dampingi rombongan dari kabupaten Paser Kalimantan itu .

Tristan sapaan Akrab pria berkacamata tersebut menjelaskan, rata-rata produksi sampah per kapita Indonesia pada 2016 sebesar 0,7 kg atau 175.000 ton per hari.

Artinya, dalam satu tahun, masyarakat Indonesia memproduksi sampah sebanyak 64 juta ton. Dari angka tersebut, komposisi sampah plastik pada 2016 mencapai 16%.

“Penggunaan tas belanja ramah lingkungan maupun tumbler/botol minum yang dapat digunakan berulang kali mampu berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik. Kini komposisi sampah plastik turun menjadi 15% atau berkurang sebanyak 630.000 ton per tahun. Artinya, Indonesia mampu .

Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jastranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga mengamanatkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada 2025. Kabupaten/kota harus mempunyai perencanaan dan aksi nyata dalam pengurangan dan penanganan sampah melalui kebijakan dan strategi daerah, sehingga terwujud kota layak huni (liveable cities).

Mendatang pemerintah daerah harus menemukan cara yang tepat untuk merangkul masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi kader lingkungan dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah.

kemudian mencontohkan praktik-praktik sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah. Pertama, mulai dengan niat tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membakar sampah.

Selanjutnya adalah dengan memilah sampah yaitu dengan memisahkan sampah basah dan kering atau sampah organik dan non organik.

Tahap berikutnya adalah mengembangkan kreativitas untuk kemudian memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan.

Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Kota Malang didirikan KLHK dalam rangka pengembangan program infrastruktur hijau. Fasilitas daur ulang pengolahan sampah yang dimiliki PDU Kota Malang tergolong skala menengah dengan kapasitas pengolahan 10 ton per hari.

Selain itu, terdapat juga fasilitas pengomposan dengan kapasitas mencapai 10-30 ton per hari. Melalui PDU ini, transportasi sampah ke tempat pemrosesan akhir mampu ditingkatkan efektivitasnya. (*)

Di Posting : 22 November 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga