Tujuh Kampung Bersinar Binaan DLH Kota Malang Antar Prestasi Kota Proklim Sejatim

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA.Com – Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang terus berpacu mendulang prestasi dibidang Lingkungan Hidup. Terbaru prestasi Dinas LH Kota Malang diapresiasi oleh kampus UB (Universitas Brawijaya) Forest yang berlokasi di Karangploso menjadi saksi raihan kota Malang dalam “Pemberian Penghargaan kepada 3 (tiga) Kepala Daerah Pembina ProKlim Terbaik Nasional” (Walikota Malang, Walikota Blitar dan Bupati Probolinggo).

Penghargaan untuk kota Malang diberikan kepada Walikota Malang atas komitmen dalam mengembangkan kebijakan yang proklim khususnya peran aktif dalam upaya penurunan emisi low carbon serta penghargaan Program Kampung Iklim.

“Alhamdulilah Kategori Utama diberikan kepada 7 (tujuh) lingkungan perkampungan di kota Malang yang dinilai mampu mewujudkan lingkungan yang proklim yakni RW 05 Kelurahan Sukun, RW 03 Kelurahan Sukun, Kelurahan Pisang Candi, RW 03 Kelurahan Rampal Celaket serta RW 04 Kelurahan Rampal Celaket, dan 1 (satu) penghargaan tingkat Madya diterima RW 01 Kelurahan Kidul Dalem,” ujar Rinawati Kepala DLH kota Malang yang mewakili Walikota Sutiaji yang berhalangan hadir.

Lanjut mantan Kabag Perekonomian tersebut menjelaskan kalau tercatat 34 kampung di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan program kampung iklim kategori Utama dan 5 (lima) kampung untuk kategori Madya.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2019 tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di UB Forest, desa Donowari, kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang (17/11/2019).

Mengambil tema “Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul”, Gubernur Khofifah menitipkan program Kecil Menanam Dewasa Memanen.

Sementara itu Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansah menegaskan bahwa dalam meciptakan daya dukung lingkungan yang kuat. Diantaranya bangun budaya (minimal) 25 kali tanam selama hidup, yakni 5 (lima) saat di SD, 5 (lima) saat di SMP, 5 (lima) kala SMA, 5 (lima) kala di Perguruan Tinggi dan pada masa tanam diharapkan 5 (lima) kali tanam. “Kalau ini bergerak masive, bisa dibayangkan betapa bagusnya ekosistem dan daya lingkungan kita,” tutur Khofifah.

“Cinta kita terhadap puspa dan satwa, harus dikuatkan dengan pengembangbiakan. Maka saya ajak tenaga ahli, akademisi, semua civitas perguruan tinggi, expert satwa dan fauna, saya ajak bersama sama menyusun program strategis menghimpun, membudidayakan dan terus mengembangkan kekayaan puspa dan satwa nusantara termasuk di Jawa Timur,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Sementara itu, Rektor UB Malang, Prof. Nuhfil Hanani, mengatakan meskipun sarana masih terbatas, jalanan sepi dan listrik sedang diproses namun UB Forest menjadi kebanggaan Jawa Timur.

UB juga sudah menjalin kerja sama dengan hampir seluruh OPD di Jawa Timur dalam rangka untuk mempercepat proses pembangunan. (*)

Di Posting : 17 November 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga