Optimis Halau Asap dan Padamkan TPA, Walikota Usul 7 Injeksi Ke Gunung Sampah

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.com – Belum tuntasnya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang, hingga mendapat perhatian serius Wali Kota Malang H Sutiaji, karena dikawatirkan asapnya akan berdampak negatif. Perlu tindakan Proaktif dengan injeksi bara api di bawah tumpukan gunung sampah.

Usulan Sutiaji tersebut setelah mendatangi langsung lokasi kebakaran bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto. Beberapa titik di TPA Supiturang, masih menyisakan kepulan asap putih.

Salah satunya langsung kordinasi mengambil beberapa langkah dan menginstruksikan kepada OPD terkait seperti DLH, Satpol PP, BPBD, DPU, Disperkim, Dinsos, dan Dinkes untuk terus berupaya memadamkan api serta menangani masyarakat yang terkena dampak khususnya dari segi kesehatan.

Lanjut ia lebih jauh, kalau melihat cuaca kemarau panjang dan angin yang cenderung kencang berpotensi untuk menyebarkan bara api ke titik lainnya. “Hal ini musibah yang harus kita atasi sesegera mungkin; dan ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Tiap tahun musibah ini cenderung akan terus terjadi, lanjut Sutiaji, tentu bukan karena kesengajaan namun karena kemarau panjang yang cukup panas sehingga memicu gas metan untuk terbakar.

“kami upayakan untuk melakukan injeksi pendinginan ke dalam gunung sampah agar air bisa masuk sampai ke titik api, hal ini merupakan salah satu inovasi dari Damkar Kota Malang karena memang baru kami yang memilikinya,” bebernya optimis.

Karena baru memiliki dua alat injeksi dan saat ini akan kami tambahkah 5 alat lagi untuk memadamkan bara api yang ada, karena sebetulnya dibutuhkan 7 alat injeksi yang akan di pasang per 200 meter di lokasi kebakaran.

“Dengan begitu air yang masuk ke alat injeksi akan terus di alirkan tanpa henti sampai bara api yang ada di dalam benar-benar padam, disisi lain penyiraman air dari atas tetap dilakukan.” tegasnya.(*)

Di Posting : 22 October 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga