Mutasi di Pemkot Malang, Tiga Kepala Dinas Balik Kucing

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

MALANG PROKOTA.Com – Gerbong mutasi di Pemkot Malang kembali digerakkan Wali Kota Malang Sutiaji.

Hal itu dilakukan Sutiaji lantaran berdasarkan evaluasi penilaian. Namun dari puluhan pejabat yang dimutasi ada tiga pejabat yang balik kucing.

Tiga pejabat itu, Supranoto yang sebelumnya dikotak menjadi staf ahli di era Wali Kota Malang Abah Anton dikembalikan lagi menjadi Kadinkes Kota Malang.

Supranoto menggantikan Asih tri Rachmi yang digeser menjadi Staf ahli bidang pembangunan dan kesejahteraan rakyat dan SDM.

Selain itu, ada Sapto Prapto Santoso yang menjabat kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) juga dikembalikan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sedangkan posisi Sapto digantikan Subhan yang sebelumnya menjabat sebagai kadis perindustrian.

Ketiga pejabat yang balik kucing, ada nama Handi Priyanto kembali menduduki sebagai Kadis Perhubungan. Sebelumnya Handi menjabat sebagai asisten sekda dan PLT BPPD Kota Malang.

Usai pengukuhan dan penandatanganan dan pengambilan sumpah, Sutiaji menegaskan pergeseran atau mutasi jabatan dalam pemerintahan merupakan hal lumrah. Ini sebagai bentuk penyegaran.

Sebab sesuai dengan amanah undang-undang yaitu setelah lima tahun masa jabatan harus dilakukan evaluasi. “Pejabat yang sudah menjabat tiga sampai lima tahun akan dilakukan evaluasi. Digeser atau tetap merupakan hal biasa dalam pemerintahan,” kata politisi Demokrat ini.

Sutiaji mengakui sebelum melakukan proses pergeseran ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Tahapan itu dimulai mengajukan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dilakukan penilaian. Selanjutnya dilakukan penilaian baru dilakukan mutasi. “Jadi bukan serta-merta langsung dimutasi. Semuanya ada pertimbangan serta penilaianya berdasarkan kinerja yang paling atas hingga bawah,” papar pria asal Lamongan ini.

Hanya saja, dari mutasi di Pemkot Malang menyisakan kejanggalan karena Agoes Edy Poetranto yang prestasi cukup cemerlang di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) justru digeser menjadi asisten bidang hukum, pemerintahan dan politik. Padahal secara basic keilmuan Agoes di bidang ekonomi.

Tersiar kabar digesernya Agoes diduga kuat karena menyeruaknya kasus dana sampah yang menyeret sejumlah pejabat baik anggota DPRD Kota Malang dan eksekutif di Pemkot Malang.

Selain itu, pejabat lain yang digeser Nuzul Nur Cahyo dari Kadispora menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Malang.
“Kedepan, kami berharap kinerja mereka bisa lebih baik. Indikator kerjanya semakin terukur dan tak ada lagi sentimen pribadi maupun golongan,” tandas mantan Wakil Wali Kota Malang ini. (*)

Di Posting : 29 May 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga