Optimis GENSALIM Viral, DLH Pemkot Malang di Gandeng Jerman

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

PROKOTA MALANG – Melihat banyaknya kegiatan berbasis kepedulian akan masalah perubahan iklim yang dimiliki Kota Malang, rupanya membuat Pemerintah Jerman tertarik untuk mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang. Kerjasama yang ditandai dengan agenda peluncuran “Kegiatan Generasi Sadar Iklim (GENSALIM)” yang digelar di Hotel Swiss Belinn Malang, kemarin (18-19-Januari)

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Malang lewat Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) bersama dengan kerja sama Jerman (Deutsche Zusammenarbeit), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Kementerian PPN / Bappenas itu sukses menyedot berbagai perhatian lebih dari 60 orang peserta.

 

Dalam kegiatan bertajuk “Enhancing Children And Youth’s Rights On Low Carbon Development” juga menghadirkan sesi diskusi dan talkshow tentang Perarusutamaan Hak Anak Dalam Perencanaan Daerah oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Kebijakan Pemerintah Jawa Timur untuk Memenuhi Hak Anak Dalam Pembangunan Daerah khususnya
Pembangunan Rendah Karbon oleh Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Anita Mega dan Media sebagai salah satu unsur sebuah gerakan sosial oleh Dyah Sari Cahyaningtyas.

Menurut penjelasan Kepala Sekretariat RAN-GRK/ Senior Advisor GIZ PAKLIM Atjeng Kadaryana mengatakan urgensi pelaksanaan dari kegiatan sadar perubahan iklim, “perubahan iklim itu menjadi fokus dalam perencanaan pembangunan salah satunya yang konkrit dalam rencana pembangunan jangka menengah 2020 -2024 yang sedang disusun dengan bappenas itu kan acuan perencanaan pembangunan low karbon tidak hanya bicara produk emisi tapi juga bagaimana pertumbuhan ekonominya, pengentasan kalau kegiatan yang dirancang atas kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman, yang melalui GIZ yang merupakan lembaga pemerintah Jerman yang anggarannya dari pajak orang Jerman ini dinilai sebagai kegiatan positif oleh Kepala Bappeda Kota Malang.

 

Pemerintah Jerman memilih Malang karena selain memiliki potensi juga pendidikan di Kota Malang dinilai bagus, Pak kepala Bappeda juga sudah menyambut baik kerjasama ini hanya pesan beliau kegiatan ini tuh harus membumi jangan hanya bicara pertemuan, bicara studi tapi tidak dilaksanakan, nah ini harus didukung oleh semua GIZ tidak akan jalan sendiri,, kami dari secretariat GRK bisa membantu untuk teknisnya, jadi nanti secara modul pendidikan dari GIZ, untuk teknisnya bagaimana nanti dengan fasilitator menyampaikan penjelasan untuk anak-anak, Nanti fasilitator yang akan dilatih bagaimana fasilitator bisa memberikan pengetahuan kepada guru-guru supaya gutru-guru nanti saaat mengajarkan pada anak-anak nanti paham. tegasnya

Sementara salah satu Fasilitator dari Dinas Lingkungan Hidup Arif Dermawan S.T., M.T mengatakan kalau acara bakal berlanjut sampai besok “Acara yang berlanjut hari Sabtu19/1 di Ngalup Coworking, jadi tujuan kegiatan adalah mencoba membuat generasi muda sadar akan perubahan iklim dan tidak hanya itu kita bermaksud agar kegiatan itu mampu menghasilkan hal positif jadi viral harapannya kegiatan lokal ini punya efek global dan bisa menularkan ide, visi dan misi tentang apa yang ada di sekitar lingkungan mereka salah satu contohnya seperti sekolah mampu mengoptimalkan masalah jadi solusi jadi sampah bisa jadi barang bermanfaat yang punya nilai tambah. pungkasnya nyakin.

Terpisah drs Agoes Edy Poetranto Kadis Lingkungan Hidup Kota Malang yang dihubungi Prokota.com terkait Gerakan Generasi Sadar Iklim menambahkan kalau gerakan yang sebelumnya sudah bombamtis itu akan lebih viral lagi bila sasar anak muda, “Kita optimis dengan mengandeng diknas berharap generasi muda mulai SD hingga SMA ProKling alias memupuk mereka pro lingkungan sejak dini, untuk itu kita diundang Jerman dengan untuk bicarakan sekaligus kolaborasi Program DLH dengan GIZ di Bali 21-23 januari, hari Senin hingga Rabu. paparnya (*)

Di Posting : 19 January 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga