Berbagi Ala Doktor UM, Kuati Nilai Sosial Mahasiswa

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

MALANG, PrOkota.com. Berbagi dengan sesama tak harus menunggu kaya atau mampuh , bahkan menunggu jadi Sarjana dan kerja. Malah hanya saweran uang Rp 1000 tiap pertemuan di mata kuliah Pendidikan Pancasila yang dosennya Dr Nuruddin Hadi itu bisa terwujud bisa berbagi dengan sesama, diakhir semester terwujud dengan gagasan Doktor Nuruddin Hadi itu berbentuk baksos tiap akhir semester perkuliahan di UM.

Hal diungkap Almas Izzaturahman Deanto mahasiswa semester satu FMIPA Universitas Negeri Malang asal Trenggalek itu blak- blakkan saat ditemui oleh ProkOta.com.

Mahasiswa asal Trenggalek itu mengatakan kalau Kegiatan baksos yang kemarin itu merupakan progam dari matakuliah pendidikan pancasila asuhan Doktor Nuruddin Hadi, “Jadi baksos kemarin dilaksanakan oleh satu offering/kelas kami, dari Dana yang kami dapat dari iuran satu offering… yakni tiap pertemuan 1k… setelah satu semester dana yang terkumpul 470k, 470k tersebut kami belikan sembako berupa beras, gula, minyak, kopi, dan teh.

 

“Masih ada sisa 300k kami berikan secara tunai, tujuan baksos itu, Jadi dalam kuliah itu tidak melulu mengerjakan soal untuk mencari nilai, tapi butuh aksi nyata untuk membuat perubahan dengan berbagi dengan sesama sesuai teori yang ada dalam Pendidikan Pancasila. alhamdulilah 25 anak yang turun langsung berikan paket sembako itu merasa tersanjung dan bahagia busa melihat secara langsung warga yang kekurangan itu dapat bantuan dari mahasiswa UM meski tak seberapa. timpal Fadlia Mahasiswi jurusan matematika asal NTB ikut menimpali.

Sementara Nuruddin Hadi Doktor asal Banyuwangi itu menjelaskan bahwa ia berikan pelajaran terjun langsung ditengah tengah masyarakat dengan cara berbagi dengan sesama, dana iuran Rp 1000 ditiap akhir semester perkuliahan pendidikan Pancasila itu dimulai sejak mengajar di semester satu,dariuran mereka, dikelolah sendiri dan dibagi sendiri ke sesama yang kekurangan, kami hanya mendampingi saja , alhamdulilah bisa memupuk jiwa sosial sekaligus merealisasi ilmu pendidikan Pancasila.

 

Ditengah masyarakat, meski nilainya tak seberapa, yang penting niat berbagi dengan sesama tulus, sekaligus belajar ilmu ihlas, Baksos sambil belajar ditengah masyarakat ini jadi program tetap akhir semester perkuliahan Pendidikan Pancasila Doktor UM yang mantan anggota KPUD dan Ketua Panwaslu Kota Malang itu berharap bisa memotivasi mahasiswa UM sebelum benar – benar siap terjun ke masyarakat kelak setelah jadi Sarjana nanti tak ragu lagi mengabdi sesuai keilmuaannya” Tandasnya optimis. (*)

Di Posting : 9 January 2019

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga