Bimtek Mantafkan E-MAS UPT Angkutan dan Bengkel DLH Bentuk TRC dan Pasang GPS

Penulis : Doddi Risky
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

MALANG PROKOTA. dipenghujung tahun UPT Bengkel dan Angkutan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lakukan langkah moncer untuk jajarannya, hal ini dibuktikan dengan Kerja sama dengan PPPPTK dan BOE (VEDC) Malang Pelatihan selama 10 hari untuk meningkatkan kompetensi pelaksana Teknisi Mesin.

Hal itu diungkap Dr. Elfiatur Roikhah, SE. MM, AK. CBV Kepala UPT Bengkel dan Angkutan DLH Kota Malang Bimtek ini juga sebagai langkah persiapan untuk pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) DLH yg merupakan bagian dari program Pengembangan Sistem Electronic Maintenance Warning System (e-MAS).

“TRC ini nantinya bertugas untuk menangani perbaikan kendaraan dan peralatan operasional persampahan secara cepat sehingga dapat mensupport kinerja pengelolaan sampah secara efektif dan efisien.” Senin 31 Desember 2018 ditemui Prokota.com disela- sela Bimtek di Kantor jalan Bingkil.

Lanjut alumni UB tersebut beralasan kalau sistem Peringatan Dini Pemeliharaan secara elektronik (e-MAS) sendiri telah terbukti dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sebesar 68,75%, efisiensi anggaran perbaikan kendaraan dan alat berat sebesar 34,09%, peningkatan masa manfaat/umur ekonomis kendaraan sebesar 12-39% serta peningkatan capaian kinerja pegawai sebesar 100%.

“Bimtek ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja dari sisi efisiensi anggaran maupun capaian kinerja pegawai, bahkan dengan adanya bimtek ini kami berharap para pelaksana teknis di lapangan akan dapat secara cepat dan tepat menangani kerusakan mendadak kendaraan dan peralatan operasional persampahan sehingga dapat menghemat biaya jasa service kendaraan/peralatan.” tegasnya.

Terpisah Agoes Edy Poetranto Kadis Lingkungan Hidup Kota Malang saat dikonfirmasih lewat selulernya lebih jauh menambahkan bahwa hal ini mengingat kendaraan dan peralatan operasional persampahan yg dimiliki DLH sudah sangat tua dan habis masa ekonomisnya sehingga membutuhkan biaya besar untuk pemeliharaannya juga lebih efesiensi dan pengawasan melekat pada kendaraan utu dipasang GPS.

“Total ada 30 kendaraan yg sdh dipasang GPS dalam 2 tahap, tujuan pemasangan GPS ini adalah sebagai bagian dari sistem peringatan dini pemeliharaan kendaraan dan peralatan GPS akan memberikan data yang akurat tentang jarak tempuh kendaraan yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung kebutuhan perawatan kendaraan yang meliputi pemeliharaan rutin, tune up, overhaul dan ganti olie.

Perawatan/maintenance rutin kendaraan akan mengurangi tingkat kerusakan pada kendaraan yang membutuhkan biaya lebih besar serta menghambat proses pengelolaan sampah.” tegas mantan Kasatpol PP itu optimis.

Bahkan, tambah Agoes GPS rersebut juga dilengkapi dengan tombol panik (panic button). Jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan di jalan, sopir tinggal memencet tombol panik yang secara otomatis akan mengirim pemberitahuan dan lokasi ke data center dalam waktu 10 detik. Selanjutnya, admin akan meneruskan ke Tim Reaksi Cepat yg akan segera menuju lokasi untuk melakukan perbaikan. Dengan sistem ini kendaraan yg rusak akan dapat segera ditangani dan dapat melanjutkan pekerjaan sehingga menghindari keterlambatan pemrosesan sampah.
“GPS juga difungsikan untuk mengevaluasi rute-rute yang tidak efektif sehingga dapat segera dibenahi.

Selain itu, GPS ini juga dilengkapi dengan fuel detector sehingha dapat diukur kebutuhan BBM dengan valid.

Bintek diikuti 6 orang staf pelaksana Teknisi Mesin UPT Perbengkelan Angkutan Sampah,” tandasnya.(*)

Di Posting : 31 December 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga