DLH Kota Malang Berpeluang Raih Penghargaan Inovasi di Bidang Pengelolaan Sampah dari Kementerian PUPR

Penulis : Doddi Risky
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

PROKOTA MaLANG – Inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang berpeluang mendapatkan penghargaan dari Kementerian PUPR.

Mengingat Inovasi yang tergolong baru itu ternyata dilirik oleh Kementerian PUPR dalam program Penghargaan PUPR yang saat ini sudah masuk dalam tahap penilaian dan akan diumumkan hasilnya pada 3 Desember 2018 mendatang.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Peran Masyarakat Kementerian PUPR Baby Setiawati Dipokusumo mengatakan inovasi pengelolaan sampah menjadi gas metan sebagai sumber energi terbarukan itu saat ini masih jarang di Indonesia.

Sehingga Baby berharap inovasi itu bukan hanya sekadar masuk dalam program penghargaan saja, melainkan dapat ditularkan ke seluruh daerah di Indonesia. “Inovasi seperti itu kan sebenarnya sangat jarang sekali dan kami mendorong agar daerah lain meniru Kota Malang dalam mengolah sampah,” bebernya kepada wartawan usai menghadiri kunjungan tim Penghargaan PUPR 2018 di ruang sidang Balai Kota Malang, Kamis (18/10/2018).

Bahkan sederet inovasi yang masuk dalam kategori baru dan dapat dimanfaatkan masyarakat itu akan terus didorong untuk lebih diperluas lagi. Sebab keberhasilan sebuah inovasi patut menjadi contoh bagus bagi daerah lain. Terutama dalam mengelola sampah, yang selama ini selalu menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. “Tujuannya lebih mendorong dan memotivasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur PUPR. Kemudian meningkatkan sinergi penyelenggaraan infrastruktur dengan PUPR,” ungkap perempuan berhijab itu.
Baby mengatakan ajang penghargaan itu terdiri dari tiga kategori. Pertama, kategori pemerintah daerah yang melaksanakan dan mendukung kerja sama badan usaha. Kedua adalah pengelolaan sampah atau yang bergerak di bidang energi.

Selanjutnya adalah inovasi penerapan teknologi penyelenggaraan infrastruktur PUPR. “Dan Kota Malang ini masuk dalam dua kategori. Yaitu kategori pengelolaan sampah menjadi energi dan inovasi teknologi penerapan bidang air minum,” beber dia.

Harapannya kedepan lanjut Baby Kota Malang dapat menggerakkan pemerintah daerah di Indonesia melalui inovasi yang diciptakan. Sehingga ada sinergitas nyata antar-berbagai wilayah untuk mendukung kemajuan Indonesia di masa sekarang dan yang akan datang. (*)

Di Posting : 19 October 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga