Gubernur Jatim Soekarwo Minta Wali Kota Malang Tekan Angka Pengangguran Terdidik

Kategori :
Penulis : Doddi Risky
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

PROKOTA MALANG – Mengejutkan dan mengkhawatirkan soal pengangguran terdidik di Kota Malang tertinggi se Jatim. Sebab jumlahnya mencapai 7,22 persen.
Kondisi inilah yang menjadi tugas berat yang akan dihadapi pimpinan baru Kota Malang H. Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko. “Angkanya 7,22 persen, pengangguran tertinggi di Jatim,” kata pria yang biasa disapa Pakde Karwo ini saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Malang Kamis (4/10/2018).

Pendapat Pakde Karwo, permasalahan pengangguran ini muncul sepertinya bukan karena keterbatasan lapangan kerja. Akan tetapi juga bisa berasal dari salah satu kelompok vokasional yang mengalami kesulitan mencari pekerjaan.

Untuk itu, Pakde sangat mendorong agar Wali Kota Malang terpilih, Sutiaji bisa menelisik lebih dalam permasalahan ini. Sehingga jumlah pengangguran terdidik bisa ditekan.

Wali Kota Malang Sutiaji berpendapat, angka 7,22 itu sebenarnya perihal pengangguran terbuka. Dengan kata lain, terdapat segelintir angkatan kerja di Kota Malang yang tidak mempunyai pekerjaan. Masalah ini muncul bisa karena beberapa faktor, baik dari itu individu sendiri maupun kesempatan yang belum diperoleh.

Sutiaji menegaskan jumlah pengangguran ini kemungkinan besar berasal dari alumnus Perguruan Tinggi (PT) di Kota Malang yang tidak mau pulang ke kampung halamannya. Mereka lebih memilih mencari pekerjaan di Kota Malang dengan beberapa alasan.

Hal ini yang menyumbang angka pengangguran terbuka di Kota Malang cukup besar. “Jumlah angkatan pekerjaan dan lapangan pekerjaan jadinya tidak sebanding. Jadi keberadaan lapangan kerja bagi kaum terdidik akan kami tingkatkan,” tandas politisi Demokrat ini. (*)

Di Posting : 5 October 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga