Dijanjikan Masuk CPNS di Kabupaten Malang, Warga ini Malah Kena Tipu Puluhan Juta

Kategori :
Penulis : Slamet Mulyono
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

PROKOTA MALANG – Bambang Sukamto (66) warga Dusun Kedungsalam Desa Kedungsalam  RT 4 RW 01 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Jawa Timur mengaku ditipu Parman warga Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen dengan dijanjikan bisa menjadi pegawai negeri sipil di wilayah Kabupaten Malang dengan menyetorkan uang puluhan juta rupiah.

Awal mula peristiwa tahun 2010 dikunjungi Parman ke rumahnya dengan bercerita bisa memasukkan menjadi pegawai negeri sipil di wilayah Kabupaten Malang untuk anaknya Irfan bisa menjadi guru. “Pihaknya terbuai saat cara berbicara pak Parman layaknya orang orang yang kenal orang atas,” kenang dia.

Penampilan Parman yang meyakinkan membuat beberapa warga desa Kedungsalam terbuai. Hingga akhirnya mereka ada yang menyetor uang dengan variatif mulai 10 sampai 80 jutaan sebagai pelicin agar bisa masuk menjadi pegawai negeri sipil dilingkup Kabupaten Malang. “Saya sendiri percaya dari perkataannya meyakinkan dan punya Chanel di atas ,” ujarnya.

Merasa janji yang menggiurkan menjadi PNS, Bambang akhirnya menyetorkan  uang 30 juta kepada Parman sebagai hutang  dengan diberi kwitansi tertanggal 30 Agustus tahun 2010.

Selang beberapa bulan dirinya dimintai uang kembali sebesar satu juta dikatakan sebagai uang  admistrasi.

Setelah menyetor uang ke Parman janji anaknya menjadi pegawai negeri sipil dan beberapa warga desa Kedungsalam diantaranya Pak Gigik , Bu Lia ,Bu Arinah sampai mengalami stroke janji itu tidak terwujud.

Merasa ditipu diri ya dan warga lain.mendatangi rumah Parman di desa Kemiri untuk segera uang dikembalikan tetapi hingga saat ini uang tidak kembali.

Mendatangi rumah Parman sudah empat kali mulai tahun 2014, pertengahan 2015 tetapi harapan uang kembali hanya janji belaka bahkan diduga ada keterlibatan oknum wakil rakyat. “Yang paling kasihan pak harus menyetor uang 70 jutaan ,” tegasnya.

Pihaknya, menuntut kepada Parman secepatnya mengembalikan uangnya dalam waktu dekat apabila tidak dirinya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. “Saya masih menunggu hasil kesepakatan teman lainya membawa persoalan ini  ke ranah hukum,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi ponsel atas nama istrinya Parman  tidak mengangkat dan membalas via SMS .

AKBP Yade Setyawan Ujung selaku Kapolres Malang meminta kepada warga untuk berhati hati dengan berbagai macam modus penipuan. Salah satunya dengan menjanjikan masuk pegawai negeri sipil. Untuk itu, bagi para korban yang merasa dirugikan bisa melaporkan ke polres Malang. “Kalau merasa ditipu ya segera lapor ke Polres. Petugas kami akan melayani,” tandas dia. (*)

Di Posting : 13 September 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga