Grebeg 1 Suro Gunung Kawi Sedot Puluhan Ribu Wisatawan

Kategori :
Penulis : Agus Prasetyo
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

PROKOTA MALANG – Perayaan Grebeg 1 Suro di Gunung Kawi, Wonosari, Kabupaten Malang terbukti menjadi magnet menarik wisatawan. Buktinya dalam acara tersebut sekitar sepuluh ribu pengunjung tumplek blek di sekitaran pesarean Gunung Kawi.

Maklum para pengunjung rata-rata ingin tahu ritual apa saja yang digelar masyarakat sekitar Gunung Kawi setiap kali memperingati 1 Suro. Mulai dari kirab sesaji, ikrar tumpeng di pesarean Eyang Djugo alias Kyai Zakaria dan Raden Mas Iman Soedjono.

Berlanjut dengan pembakaran sengkala, di Stadion Gebyar Suro, Gunung Kawi.

Hanya saja Gebyar ritual 1 Suro tahun ini ada tambahan yang yakni pertunjukan tari Gumrigahing Gunung Kawi. Pertunjukkan tari Gumrigahing Gunungkawi ini memang pertama kalinya. Tarian ini dipersembahkan 95 orang. Mereka dari siswa SMPN 1 Wonosari, siswa SMPN 4 Kepanjen dan SMK Kepanjen.

Kades Wonosari, Kuswanto mengatakan ritual 1 Suro ini sebenarnya udah digelar mulai hari Senin (10/9) malam. Yaitu diawali dari pagelaran wayang di Padepokan Eyang Djugo. Dalam pagelaran wayang itu sekaligus menunggu kedatangan peserta napak tilas Eyang Djugo, dari Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Peserta napak tilas sekitar 1.200 orang. Mereka berjalan kaki, menyusuri petilasan Eyang Djugo. Datang di pesarean sekitar pukul 00.00.

Acara kemudian ilanjutkan dengan kirab sesaji. Kegiatan kirab sesaji ini diikuti oleh 14 RW di Desa Wonosari.

Di kirab masing-masing peserta membawa tumpeng yang diletakkan pada jolen, yang dihias sangat menarik. Itu karena, kirab ini dilombakan, jolen terbaik akan dipilih sebagai pemenang.

Pantauan PROKOTA Jolen yang ditampilkan warga sangat menarik. Ada yang berbentuk burung elang, ular, burung cendrawasih, patung kuda putih, patung harimau, patung sengkala, dll.

Dalam acara kirab sesaji peserta dilepas secara langsung oleh Bupati Malang DR H Rendra Kresna, didampingi Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ainur Rofik.

Peserta kirab ini diberangkatkan dari terminal Wonosari. Kemudian mereka berjalan kaki menuju perkampungan Gunung Kawi sepanjang sekitar 1 kilometer.

Mereka membawa sesaji berupa tumpeng tersebut di pesarean Eyang Djugo dan Raden Mas Iman Soedjono.

Di pesarean ini, seluruh tumpeng didoakan. Selanjutnya, setelah prosesi doa selesai, tumpeng akan menjadi santapan warga dengan tradisi rebutan. “Warga memang menunggu moment rebutan ini, karena mereka percaya tumpeng yang sudah diberi doa memberikan berkah bagi siapa yang menikmati atau memakannya,” kata Kuswanto.

Selesai dengan kegiatan di pesarean, peserta kembali mengarak julen ke Stadion gebyar suro Gunung Kawi untuk mengikuti prosesi selanjutnya.

Rangkaian kegiatan ritual 1 Suro ditutup dengan pertunjukan tari-tarian serta pembakaran sengkala. ”Sengkala merupakan wujud kejahatan makanya harus disingkirkan,” tandas Kuswanto yang 2019 nanti juga maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Malang dari Partai Nasdem ini. (*)

Di Posting : 11 September 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga