BNN Kabupaten Malang Ingatkan Pengelola Sekolah Memiliki Tanggung Jawab Moral Ikut Menangkal Peredaran Narkoba

Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

PROKOTA MALANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang mengingatkan agar pengelola sekolah mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bebas dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Ini diperlukan agar sekolah juga memiliki peran untuk menangkal maraknya peredaran narkoba yang sudah masuk ke lingkungan pelajar.

Peringatan itu disampaikan Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol (PM) Agus Musrichin didepan puluhan guru dari 15 sekolah yang mengikuti Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN di lingkungan Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, di hotel Getz, Kamis (9/8/2018).

Agus Musrichin menegaskan, workshop ini bertujuan untuk membangun komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian stakeholder untuk melakukan penanggulangan masalah narkoba di lingkungan pendidikan.

Selain itu lewat workshop ini bisa memberikan informasi dan edukasi tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika khususnya di Kabupaten Malang. “Jika edukasi ini jalan kami yakin anak anak kita akan paham dan menjauhi produk haram ini,” ujar Agus.

Tak hanya itu, kata Agus, peserta workshop ini diharapkan bisa menggerakkan potensi kemandirian mereka untuk bisa bersama BNN Kabupaten Malang melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kerja masing-masing.

Semua pihak, lanjut Agus memang harus peduli, bangkit, bergerak, dan berupaya untuk melakukan program P4GN dengan segala potensi yang dimilikinya. “Disitulah kita semua harus bisa terus menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bebas, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Bagaimana caranya, ya harus melaksanakan  P4GN di lingkungan sekolah masing-masing,” kata pria asal Pati, Jawa Tengah ini.

Agus menegaskan Presiden Joko Widodo telah menetapkan Indonesia darurat narkoba. Karena fakta yang memprihatinkan terkuak dari hasil survei Nasional BNN dan Universitas Indonesia tahun 2017 lalu, di 34 propinsi  ada penyalahgunaan narkotika berjumlah 3,3 juta dimana 30 orang diantaranya meninggal dunia perhari. Kebanyakan mereka berada di usia produktif.

Hingga tahun 2017 diketahui terdapat 72 jaringan sindikat narkoba dengan omzet sekitar Rp 72 triliun yang diperkirakan mereka terus merekrut kurir dan pengedar baik di lingkungan kerja, lingkungan masyarakat bahkan lingkungan pendidikan.

Kabupaten Malang yang memiliki luas area 3535 hektar terdiri dari 33 Kecamatan dan 378 desa juga tak jarang ditemui jalur masuknya penyelundupan dan penyalahgunaan Narkotika. “Karena itu kami mengharap para pendidik di Kabupaten Malang diberi ruang yang luas untuk aktif bisa aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika dilingkungan sekolah masing-masing,” tandas dia.(*)

Di Posting : 9 Agustus 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga