Peringatan HANI Berlangsung Semarak, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Ingatkan Masyarakat Untuk Waspadai Peredaran Narkotika yang Kian Masif

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

PROKOTA BATU – Puncak acara peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jatim di Kota Batu minggu (15/7/2018) berlangsung semarak.

Serangkaian kegiatan digelar untuk meramaikan acara yang baru digelar pertama kalinya oleh BNNP Jawa Timur.

Mulai dari acara pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Slamet asal Blitar, Gowes sampai dengan Jalan Sehat, donor darah hingga pengobatan gratis. Sekitar 15 ribu orang tumplek blek menghadiri acara yang digelar di Balaikota Among Tani Kota Batu.

Acara semakin meriah karena peserta Gowes dan Jalan Sehat dihibur penampilan OM Avita dengan bintang tamunya Trio Serigala.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengaku puas dengan suksesnya acara tersebut. Sebab target digelarnya event tersebut memang untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait gerakan penyadaran untuk menjauhi penggunaan dan peredaran narkotika. “Kami bersyukur acara ini sukses. Ini semua karena support penuh dari semua elemen masyarakat.Khususnya Pemkot Batu yang memfasilitasi kami untuk penggunaan tempat di Balaikota Among Tani,” ujar Bambang Budi Santoso disela-sela acara.

Dalam acara ini kata Bambang, semua petugas dari BNN Kota dan Kabupaten Se Jawa Timur juga hadir di Kota Batu. Totalnya ada 17 daerah. Ini menunjukkan bahwa BNNP Jawa Timur solid dalam mengemban tugas terkait pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di Jawa Timur. Mengingat peredaran narkotika di Jawa Timur juga sangat masif.

Untuk itu, gerakan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat juga harus masif sehingga tidak ada ruang bagi oknum untuk melakukan penjualan atau mengedarkan barang haram tersebut. “Kami akan bersikap tegas terhadap siapapun yang menjadi pengedar atau bandar narkotika. Jika melawan petugas kami diperkenankan untuk menembak mereka ditempat,” ucap Bambang.

Bahkan untuk memaksimalkan peran petugas dalam memberantas peredaran. Narkotika lanjut Bambang, BNNP Jatim sudah menerapkan zonasi terhadap 17 BNNK se Jatim. Ini diperlukan lantaran tidak semua daerah di Jawa Timur terbentuk BNNK. Dari 38 Kota-Kabupaten Se Jatim baru ada 17 Kota/kabupaten. “Sesuai arahan pimpinan personil kami sedikit tidak jadi kendala tapi efektif dalam penanganan kasus. Makanya kami terapkan zonasi,” kata dia.

Acara peringatan HANI ditutup dengan upacara yang juga dipusatkan di halaman Balaikota Among Tani Batu pada Senin (16/7/2018). (*)

Di Posting : 15 July 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga