Antisipasi Teror Polres Malang Minta Gereja Pasang CCTV

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

PROKOTA MALANG – Terjadinya aksi teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya membuat jajaran Polisi resort Malang ekstrawaspada. Maklum Polres Malang tidak ingin kecolongan.

Untuk mencegah itu, Polres Malang mengajak semua komponen gereja di Kabupaten Malang untuk ikut serta mengantisipasi terjadinya teror.

Salah satunya Polres Malang meminta kepada semua pengelola gereja untuk memasang Closed Circuit Television (CCTV). “Saya kira sudah menjadi kebutuhan gereja harus dipasangi CCTV,” ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setyawan Ujung kepada awak media.

Ujung mengatakan dengan adanya pemasangan CCTV maka dapat mengetahui atau memonitor orang orang yang mencurigakan saat masuk ke gereja. Sehingga keberadaaan mereka yang mempunyai niat jahat nantinya bisa diantisipasi.

Sedangkan langkah kepolisian kata Ujung, Di Kabupaten Malang telah dilakukan penangkapan di wilayah Karangploso  (dengan inisial K dan F) serta 2 di Banjararum Singosari  dan Klojen Kota Malang ada 2 pelaku. Mereka sudah diamankan di Polda Jatim.

Ujung menegaskan berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Mulai dari pengungkapan dan penangkapan terduga teroris. Disamping itu, Polri beserta TNI, Banser,  Pemuda Masjid dan stakeholder yang ada juga turut serta melakukan penjagaan seluruh Gereja di wilayah Kabupaten Malang.

Selain itu, dengan adanya pemasangan CCTV di gereja akan disinergikan dengan Program Kapolres Malang 77 Unggul dibidang 1000 EYES, yakni pemasangan CCTV di Gereja dan bisa di koneksikan dengan  Malang  Integreted  Comand Center ( MICC ). Sehingga bisa langsung dipantau dari Mapolres Malang.

Wakapolres Malang Kompol Deki Hermansyah menambahkan dalam acara pertemuan ini dengan membangun sebuah kesepakatan bersama tentang mengembalikan rasa aman publik Malang.
“Tindakan teror tidak ada hubungan dengan agama apapun. Tujuan teror adalah membuat takut masyarakat secara luas,” ucap Deki .

Adapun upaya menciptakan rasa aman, lanjut Deki salah satu adalah dengan pemasangan CCTV di Gereja dan terkoneksi dengan MICC Polres Malang. “Atas kejadian teror bom di Gereja tersebut kita belajar bahwa pengamanan radius berjarak 30 s.d 50 Meter harus aman,” tandas dia. (*)

Di Posting : 19 May 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga