BNN Kabupaten Malang Berhasil Ringkus Pengedar Narkotika, Petugas Amankan BB 50 gram Sabu

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

PROKOTA MALANG – BNN Kabupaten Malang berhasil meringkus pengedar narkotika jenis sabu. Adapun tersangka yang berhasil diamankan petugas BNN Kabupaten Malang inisial UF alias Palong (30) warga Pagelaran Kabupaten Malang Jawa Timur.

Penangkapan sendiri dilakukan pada 9 Mei 2018 pukul 14.30 WIB di jalan Mondoroko Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Dari hasil penangkapan tersangka, petugas BNN Kabupaten Malang berhasil mengamankan barang bukti narkotikan jenis sabu 58,1 gram Bruto dan 1 poket sabu.

 

Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Agus Musrichin mengatakan, proses penangkapan terhadap UF setelah petugas BNN Kabupaten Malang mendapatkan informasi tentang maraknya peredaran narkotika di kalangan remaja di Kecamatan Gondanglegi.

Setelah dilakukan penyelidikan selama satu bulan, petugas mengantongi nama UF sebagai pengedar. Hingga akhirnya pada 9 Mei 2018, petugas mendapatkan informasi tersangka akan melakukan transaksi.

Mendapatkan informasi itu, petugas BNN Kabupaten Malang melakukan penguntitan terhadap tersangka. Hingga akhirnya saat tersangka mengambil barang yang dikemas dalam botol minuman di kawasan Jalan Mondoroko Singosari. “Saat itulah petugas kami langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap UF,” ujar Agus dalam sesi jumpa persnya di kantor BNN Kabupaten Malang Jalan Raya Pakisaji no 166 Pakisaji, Kabupaten Malang Minggu (13/5/2018).

Dengan penangkapan ini, kata Agus, apabila 1 kilogram sabu dipergunakan untuk 12 orang usia rata rata 20-34 tahun maka ada 600 generasi muda yang berhasil diselamatkan dalam penggunaan sabu. “Tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 2, dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ucap dia.

Sementara itu, UF atau Palong mengaku per gram sabu dijual dengan harga Rp 1,3 juta. Rencananya barang haram itu akan diedarkan di daerah daerah kecil di kawasan Gondanglegi. “Biasanya 50 gram saya bisa jual dalam waktu lima hari,” tandas pria yang sehari harinya kontrak di Gondanglegi Kulon ini. (*)

Di Posting : 13 May 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga